Image

Operasi Pelurusan Opini, Pemerintah Sebarkan Infomasi Keberhasilan Bangun Papua di Medsos

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 20 November 2017 20:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 20 337 1817439 operasi-pelurusan-opini-pemerintah-sebarkan-infomasi-keberhasilan-bangun-papua-di-medsos-kUuOzf10B3.jpg Menkominfo, Rudiantara (Foto: Okezone)

JAKARTA - ‎Pemerintah akan menggelar operasi pelurusan opini tentang kondisi Papua setelah TNI dan Polri berhasil memukul mundur kelompok kriminal separatisme bersenjata (KKSB) yang menyandra 1.300 warga di Kampung Banti dan Kimbely, Papua.

Menkominfo Rudiantara mengatakan, operasi pelurusan opini itu akan dilakukan lewat media sosial (medsos). Penyebabnya selama ini telah beredar informasi hoax tentang kondisi Papua lewat dunia maya.

Ia mengatakan, operasi pelurusan opini lewat medsos itu digelar dengan menyebarkan informasi-informasi tentang pembangunan yang dilakukan pemerintah di Tanah Cendrawasih.

‎"Artinya pemberitaan tentang pembangunan di Papua yang berkaitan dengan infrastruktur khususnya jalan tol dan bandara," kata Rudiantara di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (20/11/2017).

(Baca Juga: Berhasil Bebaskan Sandera di Papua, Pemerintah Lakukan Operasi Pelurusan Opini)

Di bidang informasi dan teknologi, lanjut Rudiantara, pemerintah telah memba‎ngun jaringan internet bawah laut di 30 kabupaten dan kota di Papua yang dapat dioperasikan pada 2019.

"Itu sendiri sebetulnya keberhasilan kita sama-sama membangun keberhasilan Papua. Hanya karena kemaren seolah-olah ditiadakan jadi usaha membangun komunikasi di Papua itu digencarkan lagi," terangnya.

Rudiantara menambahkan, pihaknya juga meminta media mainstream untuk memberitakan tentang konflik di Papua secara berimbang. Menurut dia, kasus dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang telah terjadi pada masa lalu tidak akan membatasi pemerintah dalam membangun wilayah paling timur di Indonesia itu.

"Belum lagi pemenuhan kebutuhan pangan dan harga BBM sudah mulai satu harga. Itu salah satu kemajuan yang besar harga semen yang tidak lagi pulihan kali lipat di banding Jawa," tutupnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini