nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aktivis Lingkungan Tersangka Sodomi, Kuasa Hukum: Itu Fitnah!

Amir Sarifudin , Jurnalis · Selasa 21 November 2017 13:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 21 340 1817749 aktivis-lingkungan-tersangka-sodomi-kuasa-hukum-itu-fitnah-cYfDMdipk7.jpg Aktivis lingkungan tersangka pelecehan seksual

BALIKPAPAN - Kasus pencabulan sesama jenis dengan tersangka PDW disebut Kuasa Hukum, Ahmed Mabrur Tabrani, SH sebagai upaya kriminalisasi kliennya. Mengingat tersangka merupakan aktivis lingkungan hidup di kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Informasi bahwa klien kami melakukan sodomi terhadap 9 remaja, kami anggap tidak benar dan pembuktiannya nanti di pengadilan," kata Ahmed Mabrur Tabrani saat ditemui Okezone bersama awak media lainnya, Selasa (21/11/2017).

Dirinya juga tidak akan mencampuri penyidikan yang dilakukan Polda Kaltim. Hanya saja menekankan bahwa semua tuduhan kepada kliennya adalah fitnah. "Tidak benar bahwa PDW melakukan tindak pidana pelecehan seksual berupa sodomi atau tindakan lainnya seperti yang disangkakan kepolisian," tegasnya.

PDW merupakan aktivis lingkungan hidup dengan jabatan sebagai Presiden di organisasinya. Tersangka juga aktif sebagai fasilitator anak berskala internasional.

Direktur Reskrimum Polda Kaltim, Kombespol Hilman mengatakan, PDW ditangkap di kota Yogjakarta pada 16 November lalu. Bersama tersangka juga diamankan laptop dan smartphone yang biasa digunakan untuk mengajak korbannya melalui media sosial.

"Korban rata-rata berusia 12 hingga 16 tahun dan merupakan anggota organisasi yang dipimpin tersangka. Modusnya mengajak korban ke rumah atau ke suatu tempat untuk melampiaskan hasratnya," kata Hilman saat merilis kasus ini di Polda Kaltim.

Diduga perbuatan cabul yang menyimpang itu dilakukan PDW sejak 2013 lalu dan tidak menutupkemungkinan korban akan bertambah. "Jaringan tersangka cukup luas karena selain sebagai mahasiswa dan aktivis, tersangka juga kerap ke luar negeri.

Penyidik menjerat tersangka dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Pasal 292 KUHP tentang Perbuatan Cabul Sesam Jenis atau Homoseksual. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara.

"Kami masih menelusuri, apakah ada korban lain, karena perbuatan tersangka juga dilakukan di 5 kota antaranya Balikpapan, Samarinda, Bontang, Tarakan dan kota Palu di Sulawesi Tengah," tutupnya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini