nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korut Masuk Daftar Pendukung Terorisme, China Kembali Serukan Dialog

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 22 November 2017 08:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 22 18 1818309 korut-masuk-daftar-pendukung-terorisme-china-kembali-serukan-dialog-doEjmgw97d.jpg Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, mendorong semua pihak untuk kembali ke meja perundingan (Foto: Nicolas Asfouri/AFP)

BEIJING – Amerika Serikat (AS) resmi memasukkan Korea Utara (Korut) ke dalam daftar negara pendukung terorisme. China, sebagai sekutus sekaligus mitra utama Korut, menilai langkah AS belum tepat.

BACA JUGA: Presiden Trump Catat Korut sebagai Salah Satu Negara Sponsor Teroris

Beijing menyarakankan agar komunitas internasional lebih bekerja keras dalam menyelesaikan krisis Korea Utara secara diplomatik, bukan sebaliknya. China masih berharap bahwa setiap pihak yang terlibat dapat lebih menunjukkan itikad baik untuk meredakan ketegangan.

“Kami masih berharap semua pihak yang relevan dapat berkontribusi untuk mengurangi ketegangan, menghidupkan kembali perundingan, dan mengadopsi jalur yang benar dalam memecahkan isu Semenanjung Korea lewat dialog serta konsultasi,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lu Kang, melansir dari Russia Today, Rabu (22/11/2017).

Ia mendeskripsikan situasi di Semenanjung Korea hingga saat ini masih sensitif. Lu Kang yakin akan jauh lebih berguna bagi semua pihak untuk kembali duduk di meja perundingan, bukan malah melakukan hal-hal yang bersifat kontraproduktif.

BACA JUGA: Trump Kembali Masukkan Korut dalam Daftar Negara Sponsor Terorisme 

Sebagaimana diberitakan, Presiden AS Donald Trump kembali memasukkan nama Korea Utara ke dalam daftar negara pendukung terorisme. Dengan demikian, Negeri Paman Sam dapat menjatuhkan sanksi yang lebih berat dan berpotensi meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.

“Selain mengancam dunia dengan kerusakan nuklir, Korut telah berulang kali mendukung tindakan terorisme internasional, termasuk pembunuhan di wilayah negara lain. Penunjukan ini akan menjatuhkan sanksi dan hukuman lebih jauh kepada Korut dan orang-orang terkait dan mendukung kampanye tekanan maksimum kami untuk mengisolasi rezim pembunuh itu,” ujar Donald Trump.

Politikus Partai Republik itu mengatakan, masuknya Korut ke dalam daftar pendukung teroris seharusnya sudah dilakukan AS sejak lama. Sebagai informasi, beberapa negara yang masuk dalam daftar hitam AS tersebut antara lain Iran dan Suriah.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini