Perwakilan Negara Kepulauan Kumpul di Jakarta Bahas Isu Geografis hingga Ekonomi

Rabu 22 November 2017 18:45 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 22 18 1818713 perwakilan-negara-kepualauan-kumpul-di-jakarta-bahas-isu-geografis-hingga-ekonomi-Zr2GIpM24j.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Indonesia berinisiatif menjadi tuan rumah konferensi negara-negara kepulauan di seluruh dunia. Pertemuan ini digelar untuk menjawab berbagai tantangan seperti masalah kelautan, kepulauan, ekonomi, pembangunan berkelanjutan, dan kemajuan teknologi demi menghadapi tujuan pembangunan berkelanjutan.

"Indonesia mengambil inisiatif karena kita merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, kita berembuk bersama. Kebetulan ekonomi kita sekarang bagus," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI, Luhut Binsar Panjaitan, usai konferensi negara-negara kepulauan yang berlangsung di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Konferensi yang digelar Pemerintah Indonesia dengan United Nation Development Program (UNDP) berlangsung pada 21-22 November. Selain Indonesia, perwakilan berbagai negara yang hadir berasal dari Antigua & Barbuda, Bahrain, Kuba, Siprus, Fiji, Guinea Bissau, Jamaika, Jepang, Madagaskar, Selandia Baru, Papua Nugini, Filipina, Saint Kitts dan Nevis, Sri Lanka, Seychelles, Singapura, dan Inggris.

Menurut Luhut, jumlah tersebut masih akan terus bertambah seiring komitmen dan keseriusan masing-masing negara. "Saya kira akan lebih banyak lagi kalau mereka (negara lain) nanti sudah melihat bahwa kegiatan ini berjalan. Mereka mungkin ragu-ragu, tapi setelah melihat komitmen pemerintah dan keterlibatan UNDP, saya kira akan bisa baik," jelasnya.

Forum itu bertujuan menyatukan visi dan membahas berbagai isu terkait lingkungan, kemiskinan, hingga sampah di lautan. Luhut menjelaskan, sampah plastik menjadi masalah utama di banyak negara kepulauan. "Jangan main-main, sampah plastik sudah jadi isu global sekarang," tegas pria 70 tahun ini.

Rencananya akan ada pertemuan lanjutan pada Desember untuk membagi detail organisasi antarnegara. Selain itu juga telah dijadwalkan pertemuan antarmenteri pada Oktober 2018 mendatang, di Bali. Untuk diketahui, konferensi ini merupakan lanjutan dari diskusi-diskusi sebelumnya yaitu di Jakarta (13 Januari), New York, AS, (30 Maret), dan Bonn, Jerman (10 November). (Hotlas Mora Sinaga/Magang)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini