nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Agung Terus Semburkan Asap Putih-Kelabu hingga Setinggi 1.000 Meter

Nurul Hikmah, Okezone · Rabu 22 November 2017 03:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 22 340 1818221 gunung-agung-terus-semburkan-asap-putih-kelabu-hingga-setinggi-1-000-meter-d2HYYxYyP2.jpg Gunung Agung dengan asap putih (Antara)

DENPASAR - Gunung Agung di Karangasem, Bali meletus dan dari kawahnya terus mengeluarkan asap putih-kelabu yang tingginya diperkirakan 700 hingga 1000 meter di atas puncak.

Anwar Sidiq dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Agung, Rabu (21/11/2017) dini hari menyebutkan, hal itu berdasarkan pengamatan dari pukul 18.00 hingga 24.00 Wita tadi.

Dalam kurun enam jam itu, juga ada aktivitas gempa bervariasi. Ada gempa hembusan terjadi 1 kali berdurasi 26 detik, tremor non-harmonik ada 1 dengan durasi 160 detik.

Gempa tremor harmonik terjadi 1 kali, berdurasi 50 detik. Sedangkan gempa vulkanik dangkal ada 1 kali 7 detik, vulkanik dalam ada 2 kali dengan durasi 11-31 detik, tektonik jauh ada 1 kali dengan durasi 81 detik dan gempa tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo 2-7 mm (dominan 3 mm).

"Kesimpulanya tingkat aktivitas Gunung Agung level III," ujar Sidiq.

Warga maupun wisatawan diminta tidak melakukan pendakian atau beraktivitas di zona perkiraan bahaya yaitu di area kawah Gunung Agung dan di seluruh area di dalam radius 6 kilometer dari kawah puncak serta 7,5 Km ke arah utara-timur laut dan tenggara-selatan-barat daya.

Tercium Bau Belerang, PVMBG: Hasil Pengukuran Gas Pada Plume Gunung Agung Kadar CO2 dan H2O Cukup Tinggi

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, Devi Kamil Syahbana mengatakan, bau belerang sudah tercium di purkiman warga akibat rekahan Gunung Agung yang sudah membesar.

Rekahan teramati membesar dari satelit pada 15 November lalu 2017. Satelit Aster TIR juga menangkap peningkatan energi termal. "Tadi pagi sekitar pukul 8 pagi kami menerbangkan drone dan hasil pengukuran gas pada plume tadi pagi menunjukkan kadar CO2 dan H2O yang tinggi,"ungkapnya.

Dia menjelaskan, sedangkan SO2 justru rendah, kemungkinan karena faktor scrubbing. SO2 terjebak dalam air hidrothermal di dalam tubuh Gunung Agung.

Menurutnya, tingginya CO2 mengindikasikan bahwa asap putih yang teramati selama ini merupakan kontribusi dari magma. "Asap ini 100 persen adalah volcanic origin,"ungkapnya.

"Kami sudah diskusi dengan ahli geokimia dunia, mereka sepakat bahwa asap selama ini meskipun didominasi uap air namun memiliki komponen magmatik yang cukup tinggi,"tutupnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini