Image

Kisah 2 Bocah Kakak Beradik Asal Aceh yang Mengidap Penyakit Langka Sejak Lahir

Zuhri Noviandi, Jurnalis · Rabu 22 November 2017, 04:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 22 340 1818244 kisah-2-bocah-kakak-beradik-asal-aceh-yang-mengidap-penyakit-langka-sejak-lahir-xjDJ02i9ai.jpg Dua bocah kakak-beradik dirawat di RSUDZA karena radang kulit (Zuhri/Okezone)

BANDA ACEH - Dua bocah asal Desa Geulanggang Meunje, Kutablang, Kabupaten Bireuen, Aceh mengalami penyakit langka dari sejak lahir. Keduanya kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Penyakit mendera kakak beradik itu belakangan diketahui radang kulit. Radiansyah berumur 11 tahun merupakan anak keempat dari pasangan Ridwan Dahlan dan Syariah Hasan. Adiknya Zaskia (7) adalah anak bungsu dari enam bersaudara.

Ridwan Dahlan menceritakan, kedua anaknya menderita penyakit radang kulit dari sejak lahir. Kulitnya terkelupas dan kakinya seperti bekas luka terbakar.

Sang Ayah mengatakan sejak lahir anaknya pernah berobat ke Rumah Sakit di Bireuen, lalu di rujuk ke Rumah Sakit di Lhokseumawe pada dokter speasialis kulit.

“Setelah kita bawa hingga saat ini juga belum sembuh. Tidak ada perubahan sama sekali, yang jelas gatal sama dia, kalau di garuk tambah luka,” katanya, Selasa (21/11/2017).

Ridwan mengatakan, ia memiliki tujuh orang anak namun anak pertamanya meninggal dunia pada tahun 1996 lalu akibat menderita penyakit yang sama.

“Dokter pernah tanya apakah penyakit ini apa ada hubungannya dengan keluarga, kami bilang tidak karena dalam keluarga memang ngak ada keturunan penyakit ini, sementara di desa pun juga tidak ada yang menderita penyakit kulit,” ujarnya.

Sebelum dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, kedua anaknya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit beberapa kali. Namun karena tidak memiliki Askeskin mereka harus membayar dengan biaya sendiri. Selain itu Radiansyah dan Zaskia juga pernah dibawa ke tempat praktek. Perminggunya menghabiskan biaya hingga 500 ribu.

“Kalau di RSUZA Banda Aceh sudah pernah juga dibawa tahun 2012 lalu, seminggu kami di sana. Kalau di Bireuen sering dan juga puskesmas kecamatan,” tuturnya.

Kondisi keduanya saat ini kata Ridwan, Radiansyah tidak bisa berjalan lagi. Sementara Zaskia masih bisa jika ada bantuan pegangan.

“Abangnya tidak bisa jalan dari pertama sampai sekrang. Kalau adiknya masih bisa itupun kalau ada bantuan tempat pegangan.”

Sementara itu, dokter ahli anestesi RSUZA Banda Aceh, Masry mengatakan kasus penyakit yang dialami Radiansyah dan Zaskia merupakan penyakit langka. Menurutnya penyakit tersebut ialah penyakit bawaan.

“Jarang terjadi di Aceh dan bahkan secara umum juga jarang,” katanya.

Untuk membantu proses pengobatan selama di rumah sakit, semua pelayanan akan di tanggung oleh BPJS atau JKA. Ia berharap kedua bocah kakak-beradik itu bisa disembuhkan. Kata Masyri penyakit radang kulit sifatnya mengelupas akibat gatal.

“Kalau untuk pengobatan tetap sifat menyembuhkan luka yang terjadi akibat garukan. Bagi dokter untuk saat ini kalau dilihat dari lukanya sudah bagus, masalah utama adalah nutrisi dan anemia kurang. Jadi kita rawat mungkin perlu tranfusi untuk anemia. Agar kita bisa perbaiki nutrisinya kalau sudah bagus mereka bisa menjalani rawat jalan,” pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini