nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Meletus, Asap Tebal yang Dikeluarkan Gunung Agung Melemah Jadi Setinggi 700 Meter

Nurul Hikmah, Jurnalis · Rabu 22 November 2017 07:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 22 340 1818296 pasca-meletus-asap-tebal-yang-dikeluarkan-gunung-agung-melemah-jadi-setinggi-700-meter-SyPzDdbY1R.jpg Gunung Agung terus mengeluarkan asap tebal usai meletus. (Foto: Nurul Hikmah/Okezone)

KARANGSEM Gunung Agung terus mengeluarkan asap putih tebal usai meletus kemarin malam. Kali ini semburan asap itu terlihat dalam periode pengamatan pada pukul 00.00 hingga 06.00 Wita, Rabu 22 November 2017.

Terlihat muncul asap kawah bertekanan lemah hingga sedang berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 500 sampai 700 meter di atas puncak kawah. Tekanan semburan asap tebal ini menurun dari sebelumnya yang setinggi 700 hingga 1000 meter di atas gunung.

Berdasarkan laporan Anwar Sidiq, petugas Badan Geologi PVMBG KESDM di Pos Pengamatan Gunung Api Agung, dijelaskan bahwa embusan asap yang dikeluarkan Gunung Agung masih terus ada.

(Baca: Gunung Agung Meletus, Hujan Abu Selimuti Desa-Desa Sekitarnya dan Warga Kembali Mengungsi)

Aktivitas kegempaan juga masih terus terjadi, di antaranya gempa embusan terjadi 1 kali, tremor nonharmonik 2 kali, vulkanik dangkal 5 kali, tektonik lokal 1 kali, dan tektonik jauh 3 kali. "Sampai saat ini status Gunung Agung masih berada di level III atau siaga," ungkapnya, Rabu (22/11/2017).

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Gunung Agung pertama kali meletus dalam tahun ini pada 21 November 2017 sekira pukul 17.05 Wita. Warga dan wisatawan wisatawan pun diimbau agar tidak berada di dekat sana, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apa pun di zona perkiraan bahaya yaitu di area kawah Gunung Agung serta seluruh area di radius 6 kilometer dari kawah puncak gunung.

Ditambah lagi tak mendekati wilayah perluasan sektoral ke arah utara-timur laut dan tenggara-selatan-barat daya Gunung Agung sejauh 7,5 kilometer.

(Baca: Gunung Agung Terus Semburkan Asap Putih-Kelabu hingga Setinggi 1.000 Meter)

Anwar menambahkan, zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi, kemudian dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual.

Diinformasikan juga bahwa di wilayah Kawasan Rawan Bencana III keluar hujan abu, bau belerang yang menyengat, bahkan terdengar suara gemuruh dari Gunung Agung. Dengan adanya hal tersebut, pihak PVMBG mengimbau masyarakat menyiapkan masker agar tidak terserang penyakit ispa.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini