nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Agung Meletus, PVMBG Imbau Masyarakat Kenakan Masker untuk Antisipasi ISPA

Ahmad Sahroji, Jurnalis · Kamis 23 November 2017 06:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 22 340 1818672 gunung-agung-meletus-pvmbg-imbau-masyarakat-kenakan-masker-untuk-antisipasi-ispa-dypHLvOkNS.jpg Gunung Agung meletus/ Ilustrasi (Foto: IST)

KARANGASEM - Menyusul letusan Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, pada 21 November 2017 pukul 17.05 WIta, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menimbau baik masyarakat, pendaki, maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas di radius 6 hingga 7,5 KM dari Gunung Agung.

Kepala PVMBG Kasmani, seperti dilansir situs Magma Indonesia dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerangkan, saat ini letusan masih terus berlangsung. Asap teramati bertekanan sedang dengan warna kelabu tebal dan dengan ketinggian maksimum sekitar 700 meter di atas puncak, abu letusan itu bertiup lemah ke arah Timur-Tenggara.

"Masyarakat agar tetap tenang namun agar senantiasa mengikuti rekomendasi PVMBG dalam Status Level III (Siaga)," ujar Kasmani, Kamis (23/11/2017).

Zona Perkiraan Bahaya, kata Kasmani, sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gungung Agung yang paling aktual. Daerah yang terdampak antara lain Dusun Br. Belong, Pucang, dan Pengalusan (Desa Ban); Dusun Br. Badeg Kelodan, Badeg Tengah, Badegdukuh, Telunbuana, Pura, Lebih dan Sogra (Desa Sebudi); Dusun Br. Kesimpar, Kidulingkreteg, Putung, Temukus, Besakih dan Jugul (Desa Besakih); Dusun Br. Bukitpaon dan Tanaharon (Desa Buana Giri); Dusun Br. Yehkori, Untalan, Galih dan Pesagi (Desa Jungutan); dan sebagian wilayah Desa Dukuh.

"Jika erupsi terjadi maka potensi bahaya lain yang dapat terjadi adalah terjadinya hujan abu lebat yang melanda seluruh Zona Perkiraan Bahaya," terangnya.

Hujan abu lebat juga dapat meluas dampaknya ke luar Zona Perkiraan Bahaya bergantung pada arah dan kecepatan angin. Pada saat rekomendasi ini diturunkan, tambah Kasmani, angin bertiup dominan ke arah Selatan-Tenggara. Oleh karena itu, diharapkan agar hal ini dapat diantisipasi sejak dini terutama dalam menentukan lokasi pengungsian.

Dikatakan Kasmani, mengingat adanya potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan akut (ISPA) pada manusia, maka diharapkan seluruh masyarakat untuk mengantisipasi hal itu.

"Utamanya yang bermukim di sekitar Gungung Agung maupun di Pulau Bali, segera menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun pelindung mata sebagai upaya antisipasi potensi bahaya abu vulkanik," pungkasnya.

(fin)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini