nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dari Cacar hingga Malaria, Pengungsi dari Tembagapura Mulai Terserang Penyakit

Saldi Hermanto, Jurnalis · Rabu 22 November 2017 18:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 22 340 1818700 dari-cacar-hingga-malaria-pengungsi-dari-tembagapura-mulai-terserang-penyakit-jAbv3Q9Hl0.jpg

TIMIKA - Tim kesehatan penanganan warga pengungsi yang di evakuasi dari Kampung Banti, Kimbeli dan Utikini Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua mengungkapkan, kesehatan para pengungsi yang ditangani di gedung Eme Neme Yauware, Timika secara perlahan mulai terserang sejumlah penyakit.

"Dari awal memang sudah ada yang sakit dan itu sudah kita tangani. Jumlah itu mulai bertambah dan sampai saat ini sudah ada 10 orang yang kena malaria, 8 kena tersiana dan 2 tropika," kata koordinator tim kesehatan penanganan pengungsi dari Tembagapura, Disyan L. Berkat, Rabu (22/11/2017).

Tidak hanya terserang penyakit malaria, para pengungsi juga mulai terserang penyakit diare dan cacar. Bahkan dua anak yang terserang penyakit cacar langsung ditangani tim medis di lokasi pengungsian secara intensif agar tidak mewabah ke pengungsi lainnya.

"Selain itu ada juga yang terserang diare, dan ada 2 terkena cacar. Yang kena cacar kita langsung tangani intensif agar tidak menular ke yang lain," ujarnya.

Selain itu, tim kesehatan juga mengaku kesulitan mengantisipasi penyebaran penyakit diare. Sebab, kondisi MCK yang ada di lokasi pengungsian dianggap kurang. Hal inilah yang dapat memicu penyakit diare jika warga tidak sabar mengantri di MCK dan dengan terpaksa dapat sembarangan membuang hajat di sekitar lokasi pengungsian.

"Kendala kita juga karena mereka sulit diajak komunikasi saat kita tanya-tanya. Jadi kendala kita jangankan MCK, cuci tangan saja kita masih kesulitan air disini," terangnya.

Sebelumnya, jumlah warga yang dievakuasi dari tiga kampung di Tembagapura pasca-penyaderaan kelompok kriminal bersenjata, Senin 20 November berjumlah 806 warga. Karena sebagian ada yang memilih pulang ke keluarga mereka di Kota Timika dan sekitarnya, kini jumlah pengungsi sementara berkurang sekitar 50 persen menjadi sekitar 400an warga.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini