nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dubes RI untuk Inggris: Kebebasan Pers adalah Capaian Pertama dan Utama Demokrasi Indonesia

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017 13:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 24 18 1819817 dubes-ri-untuk-inggris-kebebasan-pers-adalah-capaian-pertama-dan-utama-demokrasi-indonesia-JbyF1icEwH.jpg Dubes RI untuk Inggris Dr Rizal Sukma. (Foto: Reuters)

LONDON - Indonesia patut berbangga karena sebagai hasil dari perjuangan reformasi pada 1998, Indonesia menjadi salah satu negara demokrasi terbesar di dunia. Indonesia juga menjadi contoh bagaimana pluralisme dan demokrasi bisa berjalan beriringan dalam waktu hampir dua dekade terakhir.

“Indonesia merupakan negara dengan kemajuan demokrasi yang paling baik di kawasan,” ujar Duta Besar (Dubes) RI untuk Inggris dan Irlandia Dr Rizal Sukma, menurut keterangan tertulisnya yang diterima Okezone, Jumat (24/11/2017).

Rizal menambahkan, kebebasan pers menjadi capaian pertama dan utama demokrasi Indonesia yang sangat membanggakan bahkan hingga kini. Selain kebebasan pers, pencapaian lainnya adalah sistem pemerintahan berbasis sipil, sistem desentralisasi, sistem multipartai, dan profesionalisme militer.

“Kritik di media asing sekarang ini terkesan lebih ringan, media lokal justru lebih kritis,” imbuh Dubes yang memulai jabatannya pada 2016 tersebut.

Capaian lainnya adalah berubahnya sistem pemerintah yang sebelumnya didominasi oleh kekuatan militer menjadi sebuah kepemerintahan berbasis sipil. Sementara sistem pemerintahan desentralisasi menjadi capaian demokrasi Indonesia yang ketiga.

“Sistem multipartai Indonesia menjadi capaian demokrasi yang keempat. Terakhir, profesionalisme militer kembali ditekankan agar tidak timbul konflik kepentingan,” imbuh Rizal di hadapan diskusi bertema ‘Indonesia – A Democracy at the Crossroads’ di London School of Economics (LSE), London, Inggris, pada 22 November.

Topik tersebut diangkat karena banyaknya perhatian dari kalangan mahasiswa dan akademisi di London, para mahasiswa mengenai kehidupan berpolitik Indonesia akhir-akhir ini.

Dalam acara diskusi tersebut, Dr. Carlo Bonura dari SOAS University of London dan Anton Alfandi dari Financial Times Confidential Research bertindak sebagai panelis. Sedangkan untuk moderatornya adalah Dr Kirsten Schulze, Associate Professor di LSE.

Dr Carlo Bonura mengapresiasi langkah-langkah yang diambil pemerintahan Joko Widodo dalam mengatasi meningkatnya isu korupsi dan intoleransi di Indonesia yang dianggap sebagai dampak negatif terhadap demokrasi Indonesia.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini