nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dunia Puji Peran Indonesia dalam Perdamaian dan Resolusi Konflik

Reni Lestari, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017 17:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 24 18 1820032 dunia-puji-peran-indonesia-dalam-perdamaian-dan-resolusi-konflik-cTtxjZAkiC.jpg Din Syamsudin. (Foto: Reni Lestari/Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima kunjungan dan berdialog dengan Presiden Rissho Kosei-kai, sekte Budha di Jepang, Kosho Niwano. Pertemuan tersebut juga dihadiri Deputi Sekjen Religion for Peace International, Kyoichi Sugino dan Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsudin.

 

Din mengatakan, dalam kunjungan tersebut, Niwano dan Sugino menyampaikan apresiasi terhadap upaya-upaya Indonesia sebagai bangsa yang memprakarsai dialog antaragama untuk perdamaian dan resolusi konflik. Mereka juga memuji inisiatif Indonesia dalam membantu meredakan krisiskemanusiaan di Rakhine State, Myanmar.

"Jadi para tamu ini memberikan kesaksian lagi, dan ini kesaksian tambahan dari tamu-tamu sebelumnya bahwa negara kita ini dianggap sebagai model yang bagus untuk masyarakat yang majemuk. Karena di sini ada hidup berdampingan secara damai, koeksistensi, ada toleransi dan juga ada dialog-dialog yang nyata, tidak hanya dalam kata-kata tapi juga dalam kerja-kerja bersama," kata Din di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (24/11/2017).

 
 

BACA JUGA: Bangun Rumah Sakit, Indonesia Selangkah Lebih Maju Bantu Selesaikan Krisis Rakhine

Deputi Sekjen Religion for Peace International Kyoichi Sugino mengatakan, dialog dengan Wapres JK di antaranya untuk memperkuat kerjasama dan dialog antaragama yang selama ini dilakukan oleh organisasi internasional tersebut.

Dia juga meyakini, upaya pembangunan rumah sakit oleh Pemerintah Indonesia di Rakhine State akan memperkuat hubungan antara umat Budha dan Muslim di Myanmar, khususnya untuk mendinginkan konflik yang tengah berkecamuk.

"Indonesia adalah negara yang unik dan kuat untuk menunjukkan praktik kerjasama dan dialog antaragama. Indonesia membangun rumah sakit di Myanmar untuk warga Rohingnya dan kaum minoritas lain di Myanmar. Itu adalah inisiatif yang luar biasa," ungkap dia.

BACA JUGA: "Hanya Jembatan yang Bisa Menyelamatkan Dunia, Bukan Tembok"

Religion for peace, lanjut Sugino, memiliki rencana konkret di tiga level. Yaitu di level internasional antarpemimpin-pemimpin negara, level regional dan di level akar rumput.

Yang paling krusial dalam resolusi konflik di Myanmar, kata dia, adalah menyebarkan ajaran asli dari Islam dan Budha di antara warga Myanmar untuk memberi pemahaman bahwa beragama berarti menjaga perdamaian dan toleransi.

"Masyarakat harus paham pentingnya perdamaian melalui ajaran otentik Budha dan Islam, dan pentingnya umat Budha dan Muslim bekerja bersama di level akar rumput untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis," jelas Sugino.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini