Wakili Generasi Milenial, Koalisi Harapan Pembangunan Usung Nanda Gudban di Pilwali Malang 2018

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 24 November 2017 19:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 24 519 1820124 wakili-generasi-milenial-koalisi-harapan-pembangunan-usung-nanda-yaqud-di-pilwali-malang-2018-clzzqKyYVJ.jpg Nanda Yaqud Gudban (Foto: Nandagudban.com)

MALANG - Koalisi Harapan Pembangunan memastikan akan mengusung figur generasi milenial pada Pemilihan Wali Kota Malang 2018. Koalisi yang terdiri dari Hanura, PAN, dan PPP itu pun menjatuhkan pilihan kepada Yaqud Ananda Gudban. 

Menurut Ketua DPC PPP Kota Malang, Heri Pudji Utami, Koalisi Harapan Pembangunan melihat sosok politisi Hanura itu mewakili generasi milenial dengan segudang ide, gagasan, serta kemampuannya dalam membangun Kota Malang. Apalagi, Nanda kini juga sedang menjabat anggota DPRD Kota Malang.

"Kota Malang sangat butuh pemimpin yang berani, cerdas, dan memiliki kemampuan yang baik. Tentunya sangat bisa mewakili generasi milenial, dan Mbak Nanda memiliki semuanya," kata Heri Pudji Utami di De Rumah Jalan Veteran, Jumat (24/11/2017).

(Baca Juga: KPU Minta Petugas PPS Jaga Integritas jelang Pilkada Serentak 2018)

Heri Pudji Utami menambahkan, nama Nanda terpilih setelah PPP melakukan penjajakan terhadap sejumlah figur. Namun, pada rapat pleno dan dibawa ke rapat pimpinan, nama Nanda terlihat paling aktif turun ke masyarakat dan rekam jejaknya baik. 

"Jika dulu ada Kendedes, sekarang Srikandi yang memimpin Kota Malang. Mbak Nanda sangat baik dalam kemampuan, berkomunikasi tingkat elite maupun tingkat bawah," ujarnya.

Sekretaris DPD PAN Kota Malang Dito Arief menambahkan, komitmen koalisi tiga partai ini akan berlangsung baik hingga tahapan Pilwali 2018. Penunjukkan Nanda, kata dia, adalah buah dari komunikasi politik yang terjadi beberapa pekan.

"Komunikasi sudah berjalan beberapa pekan berjalan dengan PPP, dan hari ini kita umumkan koalisi sudah terbentuk PAN, Hanura dan PPP untuk mengusung Bu Nanda sebagai calon wali kota," kata Dito.

Koalisi PAN, Hanura, kemudian ditambah PPP menambah kekuatan jumlah kursi dengan total 10 kursi. Di mana, PAN memiliki 4 kursi, Hanura dan PPP memiliki masing-masing 3 kursi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini