nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pastor Zimbabwe: Wajah Mugabe Bersinar Setelah Lengser dari Jabatannya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 27 November 2017 01:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 27 18 1820939 pastor-zimbabwe-wajah-mugabe-bersinar-setelah-lengser-dari-jabatannya-geuYb9fHbF.jpg Mantan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe. (Foto: Reuters)

CHISHAWASHA – Wajah Robert Mugabe tampak bersinar karena lega saat dia setuju untuk melepaskan jabatan sebagai Presiden Zimbabwe pekan lalu setelah 37 tahun berkuasa. Hal itu diungkapkan oleh seorang pendeta yang menjadi penengah negosiasi pengunduran diri Mugabe.

BACA JUGA: Terungkap! Robert Mugabe Tak Kuasa Membendung Air Mata saat Bersedia Lengser

Pastor Fidelis Mukonori, seorang pendeta Jesuit yang juga merupakan teman dekat Mugabe menertawakan laporan dari surat kabar Standard yang mengklaim Mugabe menangis dan bersedih atas pengkhianatan orang-orang terdekatnya saat dia menyatakan setuju untuk lengser karena tekanan dari militer.

"Ketika dia selesai menuliskan tanda tangannya wajah Mugabe hanya bersinar, tidak ada yang menangis kecuali ada malaikat yang menangis entah di mana. Bagi saya ini adalah tanda bahwa dia menerima bahwa 'ah ini sudah selesai', dia lega, bukan karena dia dirugikan tapi lega." kata Mukonori sebagaimana dikutip Reuters, Senin (27/11/2017).

Dia mengatakan Mugabe telah menyadari bahwa inilah akhir dari perjalanannya, dua hari sebelum dia mengundurkan diri. Saat itu dia melihat 60 ribu warga Zimbabwe melakukan demonstrasi dan menuntut dia berhenti di Lapangan Harare, tempat Harare di mana dia dilantik sebagai perdana menteri pada 1980.

Surat pengunduran dirinya yang telah ditandatangani dibacakan pada Selasa, saat parlemen mendengar sebuah mosi untuk memakzulkan presiden berusia 93 tahun itu.

Berdasarkan keterangan beberapa sumber, Mugabe masih keras kepala dan menolak mundur saat bertemu dengan petinggi militer pada 16 November. Saat itu menjadi awal dari kebuntuan lima hari antara Mugabe dan undang-undang tertinggi Zimbabwe di satu sisi, dan militer yang telah merebut kekuasaan, partainya dan Rakyat Zimbabwe di sisi lain.

Presiden yang berusia 93 tahun itu akhirnya menerima kekalahan hanya setelah dipecat oleh partai ZANU-PF dan menghadapi pemakzulan.

BACA JUGA: Dilengserkan, Mugabe Akan Diberikan Jutaan Dolar dan Digaji Seumur Hidup

Jatuhnya Mugabe setelah 37 tahun berkuasa dipicu oleh sebuah persaingan untuk menempati posisi sebagai penggantinya, antara mantan Wakil Presiden Emmerson Mnangagwa, yang telah berdiri mendukung Mugabe selama 52 tahun, dan istri Mugabe, Grace.

Menyusul kudeta militer yang terjadi dua pekan lalu, Mnangagwa akhirnya diangkat menjadi presiden baru Zimbabwe pada Jumat, 24 November. Banyak yang menunggu langkah apa dan siapa saja yang akan dipilihnya untuk memerintah Zimbabwe pasca kejatuhan Mugabe.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini