nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PVMBG: Terjadi Tremor Cukup Besar di Gunung Agung

ant, Jurnalis · Senin 27 November 2017 07:23 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 27 340 1821025 pvbmg-terjadi-tremor-cukup-besar-di-gunung-agung-M7Vx2r3TZB.jpg Gunung Agung. (Foto: Nurul Hikmah/Okezone)

KARANGASEM – Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) I Gede Suantika mengatakan Gunung Agung terus mengalami tremor nonharmoni cukup besar dengan amplitudo 1–10 mm (dominan 1–2 mm) hingga Senin dini hari.

"Secara fisual segi kegempaan dari seluruh stasiun PVMBG di sekeliling Gunung Agung merekam tremor nonharmoni cukup besar mulai Minggu malam hingga saat ini," kata Kepala Bidang Mitigasi PVMBG I Gede Suantika saat ditemui di Pos Pemantauan Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Senin (27/11/2017).

(Baca: Kembali Meletus, Lava Pijar Keluar dari Kawah Gunung Agung)

Ia mengatakan, beberapa jam kemudian terjadi volume lava yang melalui pipa magma jauh lebih besar dari sebelumnya (overskil) sehingga terjadi tremor yang dialami gunung setinggi 3.142 MDPL tersebut.

"Hal ini menerangkan bahwa aliran lava dari dasar kawah gunung menuju ke atas kadang-kadang kecepatannya tidak sama. Artinya volume debit lava yang keluar tidak sama, jadi kadang-kadang besar dan kecil yang menjadi kekhawatiran kami," ujarnya.

Suantika mengatakan, jumlah aplitudo yang terekam pada Minggu 26 November malam sudah mencapai superskill untuk di Stadiun Dukuh, Stasiun Pasar Agung, Stasiun Cegi, dan Stasiun Yeh Kori. "Kelima stasiun ini membaca semua aktivitas sekeliling Gunung Agung yang mewakili releng Selatan dan Utara," jelasnya.

Ia menerangkan, aktivitas tremor nonharmoni yang berlangsung pada Minggu malam terjadi dengan durasi dua jam dari pukul 21.00 hingga 24.00 Wita. "Proses tremor nonharmoni ini terjadi secara terus-menerus selama dentuman tejadi kemarin malam" terangnya.

Suantika melanjutkan, tremor Gunung Agung sebelumnya terjadi di bawah "overskill" itu atau kira-kira hampir 40 persennya. "Karena saat overskill ini sudah mencapai 100. Untuk angka amplitudonya berbentuk digital sampai puluhan ribu skala dalam satuan digital. Ini belum kami konversi ke dalam satuan milimeter," ujarnya.

(Baca: PVMBG Prediksi Indeks Letusan Gunung Agung seperti Peristiwa 1963)

Dengan adanya tremor nonharmoni ini, status Gunung Agung dinaikkan dari level III (siaga) menjadi level IV (awas) pada pukul 06.00 Wita. Diketahui juga tingkat erupsi Gunung Agung saat ini meningkat dari fase freatik menjadi magmatik, sejak teramati adanya sinar merah di puncak gunung pada Minggu malam.

Oleh karena itu, area radius zona bahaya yang sebelumnya 6 kilometer dinaikkan menjadi 8 kilometer dari puncak gunung, ditambah perluasan sektoral yang sebelumnya radius 7,5 kilometer dinaikkan menjadi 10 kilometer ke arah utara, timur laut, tenggara, selatan, dan barat daya.

Dirinya juga mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Agung, pendaki, pengunjung, dan wisatawan tidak melakukan melakukan aktivitas apa pun di zona perkiraan bahaya area kawah gunung tertinggi di Bali ini.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini