Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Nangkring di Kereta, Seekor Biawak Dipindahkan Petugas Stasiun

Febrianto , Jurnalis-Rabu, 29 November 2017 |17:02 WIB
Nangkring di Kereta, Seekor Biawak Dipindahkan Petugas Stasiun
(Foto: Channel News Asia)
A
A
A

SINGAPURA - Seekor biawak ditemukan berada di bawah kereta. Biawak dengan panjang sekira 1,5 meter ditemukan petugas salah satu depo stasiun di Singapura.

"Kadal ditemukan di salah satu depo kami kemarin dan telah dipindahkan," kata Wakil Presiden Komunikasi SMRT, Patrick Nathan, seperti dikutip dari Channel News Asia, rabu (29/11/2017).

Dari video yang beredar di media sosial, biawak yang berada di bagian bawah kereta didorong dari tempatnya berada. Dua orang menahan kepala reptil tersebut dengan tangkai logam dan gagang kayu dan akhirnya satu orang menyeretnya menjauh dari kereta.

Wakil kepala eksekutif Penelitian & Pendidikan Masyarakat (ACRES) Kalai Balakrishnan, mengatakan bahwa penanganan kadal tersebut seharusnya diserahkan kepada petugas penyelamat satwa liar yang berpengalaman.

Dia menambahkan bahwa "kehadiran banyak orang, penggunaan tongkat dan menyeret ekor dapat menyebabkan hewan menjadi sangat stres".

"Hal ini juga berpotensi membahayakan biawak dan menyebabkan hewan menjadi sangat defensif, yang bisa menyebabkan seseorang terkena gigitan," ungkapnya.

Namun, Kalai menambahkan bahwa ACRES menghargai niat staf SMRT untuk membiarkan biawak itu keluar. (feb)

SINGAPURA - Seekor biawak ditemukan berada di bawah kereta. Biawak dengan panjang sekira 1,5 meter ditemukan petugas depo salah satu stasiun di Singapura.
"Kadal ditemukan di salah satu depo kami kemarin dan telah dipindahkan," kata Wakil Presiden Komunikasi SMRT, Patrick Nathan, seperti dikutip dari Channel NewsAsia, rabu (29/11/2017).
Dari video yang beredar di media sosial, biawak  yang berada di bagian bawah kereta didorong dari tempatnya berada. Dua orang menahan kepala reptil tersebut dengan tangkai logam dan gagang kayu dan akhirnya satu orang menyeretnya menjauh dari ekornya.
Wakil kepala eksekutif Penelitian & Pendidikan Masyarakat (ACRES) Kalai Balakrishnan mengatakan bahwa penanganan kadal tersebut seharusnya diserahkan kepada petugas penyelamat satwa liar yang berpengalaman.
Dia menambahkan bahwa "kehadiran banyak orang, penggunaan tongkat dan menyeret ekor dapat menyebabkan hewan menjadi sangat stres".
"Hal ini juga berpotensi membahayakan kadal dan menyebabkan hewan menjadi sangat defensif, yang bisa menyebabkan seseorang terkena gigitan," ungkapnya.
Namun, Mr Kalai menambahkan bahwa ACRES menghargai niat staf SMRT untuk membiarkan kadal itu keluar. (feb)

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement