Image

Universitas Brawijaya Akan Datangkan 100 Dosen dari Luar Negeri

Agregasi Antara, Jurnalis · Rabu 29 November 2017, 18:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 29 65 1822543 universitas-brawijaya-akan-datangkan-100-dosen-dari-luar-negeri-CX196c2mTA.jpg Foto: Shutterstock

MALANG - Universitas Brawijaya (UB) Malang dalam waktu dekat ini akan mendatangkan sekira 100 dosen dari luar negeri yang mengajar di berbagai perguruan tinggi di seluruh dunia.

"Rencananya memang impor dosen dari luar negeri minimal 100 orang untuk memperkuat program yang sedang kami rancang dengan matang, yakni program perkuliahan dengan sistem 3 in 1," kata Rektor UB Malang Prof Mohammad Bisri di Malang, Jawa Timur, Rabu (29/11/2017).

Substansi dari program 3 in 1 tersebut, kata Bisri, untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dihampir 100 mata kuliah yang tersebar di seluruh fakultas, khususnya di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA). Teknis perkuliahan dengan program 3 in 1 tersebut, setiap satu mata kuliah akan diajar tiga dosen secara terstruktur.

(Baca juga: Guru Besar IPB Temukan Anti Jerawat dari Rumput Laut dan Keong Bakau)

Artinya, kata Bisri, tiga dosen yang mengajar satu mata kuliah tersebut adalah satu dosen internal UB, satu dosen dari kalangan praktisi dan satu dosen dari luar negeri. Dosen dari internal UB yang mendampingi sekaligus membuat kisi-kisi perkuliahan maupun metodenya agar mudah dipahami dan diterima oleh mahasiswa.

Menurut dia, dengan didatangkannya dosen dari kalangan praktisi maupun luar negeri, mau tidak mau "memaksa" mahasiswa untuk belajar dan menggali pengetahuan lebih dalam, termasuk dalam bidang bahasa, sebab mahasiswa juga dipaksa untuk memahami bahasa dosen dari luar negeri dengan harapan mereka memiliki kapasitas lebih dibanding mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi lainnya.

Ia mengakui program 3 in 1 dengan mendatangkan dosen dari luar negeri tersebut, salah satu tujuannya adalah meningkatkan branding dan rangking UB di kancah internasional, dimana dosen-dosen dari luar negeri tersebut bisa lebih mengenal UB.

(Baca juga: Puluhan Siswa SMK 3 Jambi Tuntut Kejelasan Uang Osis Sebesar Rp1 M)

Bisri mengemukakan dalam bberapa tahun terakhir ini peringkat UB tidak beranjak dari posisi 700 perguruan tinggi terkemuka di dunia. Dan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) memberikan kesempatan pada UB dalam tiga tahun ke depan harus sudah naik peringkat menjadi 500.

"Ini bukan pekerjaan mudah. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk menaikkan peringkat UB di jajaran perguruan tinggi dunia dengan berbagai cara. Selain itu, kami juga ingin UB lebih dikenal dunia. Konsep 3 in 1 inilah yang menjadi program prioritas sekarang," ujarnya.

Program 3 in 1 tersebut rencananya segera diluncurkan. "Kemungkinan pada saat Dies Natalis UB awal tahun depan," ucapnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini