Image

Ciptakan Alat Pengering Padi, Mahasiswa Indonesia Raih Prestasi di Malaysia

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Sabtu 02 Desember 2017, 09:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 29 65 1822561 ciptakan-alat-pengering-padi-mahasiswa-indonesia-raih-prestasi-di-malaysia-sJEOzs9yzP.jpg Foto: Dok UNY

JAKARTA - Indonesia boleh bangga atas prestasi yang diraih timnya dalam ajang International Invention & Innovative Competition (InIIC) Series 2 yang terselenggara di Cameron Highland, Pahang, Malaysia.

Melalui inovasi berjudul ‘PADIMAX - Automatic Rice Dryer as Agricultural Technology’, tim yang beranggotakan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Garin Alkautsar Razid (Prodi Mekatronika), Satrio Sigit Purnomo (Prodi Mesin), Fitrianto Hakim (Prodi Elektonika), Futri Nadyaturrohmah (Prodi Sastra Inggris), dan Arnum Sari Khoirunnisa (FMIPA/ Fisika), berhasil menyabet silver medal mengalahkan tim dari berbagai negara.

Sekira 180 tim terlibat dalam ajang bergengsi InIIC Series 2. Tim-tim tersebut di antaranya berasal dari Malaysia, Singapura, Indonesia, India, dan Hongkong.

Untuk memenangkan pertandingan, UNY memang sengaja menggabungkan mahasiswa dari tiga fakultas ke dalam satu tim. Dengan adanya kolaborasi ini, setiap anggota bertanggung jawab atas tugas yang sesuai dengan keahlian mereka.

(Baca juga: Guru Besar IPB Temukan Anti Jerawat dari Rumput Laut dan Keong Bakau)

Misalnya, Garin, Satrio, dan Fitrianto sebagai mahasiswa dari Fakultas Teknik bertanggung jawab menyusun komponen-komponen teknis; Arnum dari Fakultas Matematika dan IPA bertugas merumuskan dasar-dasar teori yang digunakan; dan Futri dari Fakultas Bahasa melakukan presentasi dalam bahasa Inggris.

Salah satu anggota tim, Satrio, menjelaskan bahwa inovasi dari tim ini bertujuan untuk mengganti fungsi matahari ketika cuaca sedang tidak bisa diandalkan.

“Jadi kami membuat mesin pengering padi otomatis dan melakukan riset untuk mencari kadar air, suhu, dan waktu optimum secara otomatis. Harapannya, padi bisa kering dan siap untuk disimpan atau diproses menjadi beras. Dengan inovasi ini, diharapkan musim hujan bukan lagi penghalang untuk tetap dapat melakukan proses pengeringan padi,” tuturnya, seperti dilansir dari laman UNY, baru-baru ini.

Tidak hanya itu, ia juga mengungkapkan kegembiraannya karena menang bersaing secara global. “Suatu kebanggaan bagi kami mampu mengharumkan nama alamamater UNY dan Indonesia di kancah internasional,” tutupnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini