Kemlu Desak Pengadilan Suriah Terus Selidiki Pembunuhan TKW asal Serang

Kamis 30 November 2017 13:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 30 18 1823109 kemlu-desak-pengadilan-suriah-terus-selidiki-pembunuhan-tkw-asal-serang-VGLVydQR40.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Penegakan hukum atas kasus kematian Tenaga Kerja Wanita, TSA, di Suriah harus tetap dilanjutkan meski pelakunya telah memberi santunan dan dijadikan tersangka. Pasalnya, perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga dan masih memiliki dua anak itu dibunuh dengan sangat keji oleh majikannya.

Proses hukum itu akan terus dipantau Kementerian Luar Negeri (Kemlu), melalui KBRI Damaskus, Suriah.

Kemlu sendiri telah memberikan uang santunan itu pada 31 Oktober. Mewakili Kemlu, Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Lalu Muhamad Iqbal, berpesan kepada suami almarhumah TSA, Holyadi, agar santunan tersebut dimanfaatkan dengan baik, terutama untuk pendidikan kedua anak mereka. Demikian dikutip dari keterangan pers Kemlu, Kamis (30/11/2017).

Sebelumnya, Kemlu dan BNP2TKI juga telah memulangkan jenazah perempuan 28 tahun itu ke kampung halamannya di Serang pada 7 September. TSA adalah seorang pekerja migran yang meninggal dunia karena ditusuk berkali-kali dengan benda tajam pada 31 Juli di Damaskus, Suriah.

BACA JUGA: Meninggal di Suriah, Jenazah TKW Asal Serang Dipulangkan

Tersangka pembunuhan TSA adalah istri majikannya di sebuah rumah daerah Midan, Damaskus. Polisi sektor Midan telah menangkap dan menahan tersangka serta melimpahkan berkas kasus tersebut ke pengadilan setempat.

Selama bekerja sejak Mei 2016, Holyadi memang sering mendapatkan keluhan dari TSA bahwa majikannya kerap menyiksanya. Selain mendapatkan kekerasan, TSA juga tak digaji selama bekerja menjadi pembantu rumah tangga di Suriah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kedua anaknya yakni Sri Puspita (8) yang baru kelas 1 Sekolah Dasar (SD) dan Nur Azizah (5), Holyadi hanya bekerja sebagai buruh serabutan.

Pihak keluarga sendiri telah meminta kabar kelanjutan kasus tersebut pada Selasa 28 November. Holyadi berharap kasus kematian istrinya dapat ditangani dengan seadil-adilnya, termasuk mempenjarakan pihak sponsor yang sudah memberangkatkan ke Suriah.

"Saya berharap kepada bapak Kapolda Banten agar menangkap Ha dan M yang sudah menipu saya dan istri. Yang janjinya dipekerjakan di Mesir kenapa ini ke Suriah," tandasnya.

Sepanjang 2017, Kemlu melalui Perwakilan RI telah berhasil mengembalikan Rp120 miliar hak-hak WNI, khususnya pekerja migran di luar negeri. Upaya financial remedy tersebut diharapkan dapat meringankan penderitaan para pekerja migran dan keluarganya. (Hotlas Mora Sinaga/Magang)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini