Image

Ungkap Kasus Pencemaran Pantai, Blogger Vietnam Dipenjara 7 Tahun

Kamis 30 November 2017, 16:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 30 18 1823232 ungkap-kasus-pencemaran-pantai-blogger-vietnam-dipenjara-7-tahun-kvuPpPJqQv.jpg Nguyen Van Hoa dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara karena mengungkap kasus pencemaran pantai (Foto: Oddity Central)

HA TINH - Pengadilan Vietnam menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara kepada Nguyen Van Hoa (22). Seorang jurnalis dan blogger itu dihukum karena menulis tentang tumpahan Formosa 2016 yang menghancurkan pantai Vietnam.

Hoa ditangkap pada April karena memuat video, foto, dan artikel tentang Formosa Plastics Group yang menumpahkan bahan kimia berbahaya dari pabrik baja itu. Menurut media pemerintah, ia dituduh melakukan propaganda, mendistorsi, dan memfitnah pemerintah.

Pengadilan Rakyat di provinsi Ha Tinh menyatakan Hoa bersalah karena melanggar Pasal 88 KUHP Vietnam. Hoa juga akan menjadi tahanan rumah selama tiga tahun setelah masa hukumannya selesai. Tidak ada pengacara yang hadir untuk mewakili Hao dalam persidangan tertutup itu.

Le Cong Dinh, seorang pengacara pembela hak asasi manusia (HAM), mengecam vonis tersebut dalam sebuah wawancara dengan Radio Free Asia. Sebab, terdakwa harus menjalani pengadilan tanpa didampingi kuasa hukum atau pengacara.

"Dalam hukum Vietnam, terdakwa berhak menolak pengacara. Tapi pengadilan tanpa pengacara seperti ini, gagal memenuhi standar hukum yang disetujui setiap orang di dunia. Kita semua tahu sebagian besar buktinya palsu dan ditafsirkan secara salah. Karena itu, tidak mengherankan jika tidak ada pengacara di pengadilannya," kata Dinh, melansir dari Oddity Central, Kamis (30/11/2017).

Tumpahan limbah baja itu terjadi ketika perusahaan asal Taiwan, Formosa Ha Tinh Steel Corporation, memerah sianida dan bahan kimia berbahaya lainnya melalui saluran pembuangannya. Anak perusahaan Grup Plastik Formosa raksasa itu menyebabkan 115 ton ikan dan kehidupan laut lainnya mati.

Tumpahan yang membentang sejauh 120 mil dari garis pantai itu juga mematikan industri pariwisata dan menyebabkan orang jatuh sakit. Untuk diketahui, pemerintah Vietnam awalnya menahan semua informasi tumpahan, bahkan menolak menyebutkan nama racun yang memapar korban dan dokter.

Formosa Ha Tinh Steel Corporation terbukti bertanggung jawab atas tumpahan racun itu dan harus membayar USD500 juta (Rp6,65 triliun). Banyak kritik ,termasuk dari Hao, menuduh pemerintah melindungi perusahaan tersebut karena diduga telah memberi kesepakatan eksklusif saat perusahaan itu mengakuisisi properti pesisir untuk pabrik mereka.

Phil Robertson, Wakil Direktur Human Rights Watch (HRW) di Asia, juga mengecam vonis tersebut. Menurutnya, pemerintah terlalu takut karena posisi politiknya mulai terancam.

"Kontrol politik mengalahkan gagasan tentang keadilan dan hak asasi manusia. Bagaimana lagi orang bisa menjelaskan bahwa eksekutif yang juga sebuah firma internasional meracuni lautan, merusak ekonomi pesisir di empat provinsi, bebas melakukan bisnis mereka sementara jurnalis muda idealis ini dipenjara karena membantu mengekspos kesalahan mereka," ucap Robertson.

Hao sendiri merupakan rekan dari seorang blogger bernama Nguyen Ngoc Nhu Quynh atau yang lebih dikenal Me Nam (yang berarti Ibu Jamur). Quynh juga dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara pada Juni.

Mereka berdua jadi korban tindakan otoriter yang menargetkan segala bentuk perbedaan pendapat. Menurut Amnesty International, Vietnam saat ini memegang jumlah napi tertinggi di Asia Tenggara. Di 2017 RSF World Press Freedom, index Vietnam berada di peringkat 175 dari 180 negara.

(Hotlas Mora Sinaga/Magang)

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini