Image

Mahasiswa Manfaatkan Kotoran Kambing dan Abu Sekam Padi untuk Budidaya Tempuyung

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Sabtu 02 Desember 2017, 13:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 30 65 1823165 mahasiswa-manfaatkan-kotoran-kambing-dan-abu-sekam-padi-untuk-budidaya-tempuyung-YZGRCZjbDS.jpg Foto: Dok IPB

JAKARTA – Tempuyung merupakan jenis tanaman obat yang berasal dari Eropa dan tersebar luas di berbagai benua. Tanaman ini memiliki bunga berwarna kuning nyala, dan dianggap berbahaya di berbagai tempat. Sementara tempuyung di daerah lain sering digunakan sebagai pelarut batu ginjal, antikanker, dan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai tapal yang konon antiinflamasi.

Teh yang diracik dari akar tempuyung banyak digunakan dalam pengobatan penyakit batuk, asma, dan keluhan dada lainnya. Tetapi tidak hanya akar, daunnya juga bisa diracik sebagai teh yang memberi efek penenang saraf.

Penggunaan tempuyung sebagai ramuan obat dan jamu membuat permintaannya meningkat. Hanya saja, tanaman ini tidak dibudidayakan secara intensif dan dalam skala besar.

(Baca juga: Mahasiswa Ciptakan Aplikasi Virtual Reality untuk Calon Pembeli Apartemen)

Sekelompok mahasiswa peneliti dari Jurusan Agronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor (IPB), yaitu Rima Osiana, Maya Melati, dan Endah Retno Palupi memanfaatkan kotoran kambing dan abu sekam padi dalam membudidaya tempuyung.

Salah satu anggota tim, Maya Melati mengungkapkan, memanen tempuyung masih dilakukan di alam bebas. Cara pengumpulan ini dapat memengaruhi kuantitas dan kuanlitas hasil panen. Untuk menjamin tempuyung dalam kualitas bagus, dibutuhkan sistem budidaya yang meningkatkan produksi tanaman berkhasiat ini.

"Salah satu faktor penting dalam pertumbuhan tanaman adalah tersedianya nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Nutrisi mikro ini penting untuk pertumbuhan tanaman dan berperan penting dalam nutrisi tanaman secara keseluruhan, oleh karena itu teknik budidaya pemupukan harus dianggap sebagai pemupukan yang tepat mendorong pertumbuhan tanaman," paparnya, seperti dilansir dari laman IPB, Sabtu (2/12/2017).

Pupuk organik dikenal lebih ramah lingkungan. Umumnya, pupuk organik mengandung unsur hara makro N, P, K dalam jumlah rendah, namun mengandung cukup nutrisi untuk tanaman. Kotoran kambing merupakan pupuk hewan terbaik yang diperlukan tanah dan tanaman yang sehat. Pupuk ini memiliki kandungan nitrogen dan kalium yang lebih tinggi dan kandungan air lebih rendah daripada pupuk lainnya.

"Penambahan bahan organik lainnya yang juga bisa mendukung pertumbuhan salah satunya adalah sekam abu. Rice Husk Ash (RHA) mengandung banyak nutrisi potasium yang dibutuhkan oleh tanaman," tambahnya.

Hasil penelitian menunjukkan dosis kotoran kambing 20 ton/ha meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman tempuyung, sedangkan abu sekam padi 500 kg/ha tidak memengaruhi perkembangan tanaman itu.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini