Image

Cerita Mahasiswa Indonesia "Dilirik" Sejumlah Kampus Top Dunia

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Minggu 03 Desember 2017, 17:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 30 65 1823238 cerita-mahasiswa-indonesia-dilirik-sejumlah-kampus-top-dunia-t4WDVVHVZi.JPG Foto: Dok UNY

JAKARTA – Melalui beasiswa, alumnus Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Teknik Univesitas Negeri Yogyakarta (UNY), Hardika Dwi Hermawan tidak hanya bisa melanjutkan studinya ke luar negeri. Malah, ia diterima di salah satu universitas ternama dunia, yaitu University of Hong Kong (HKU).

Pria yang akrab disapa Dika kini resmi menjadi mahasiswa Program Master of Science in Information Technology in Education (MITE), Faculty of Education HKU. Perlu diketahui, Faculty of Education HKU berada di peringkat 4 dunia, diikuti oleh Stanford University, Harvard University dan Oxford University.

Bahkan, sejumlah perguruan tinggi Asia, Australia, dan Eropa juga telah menerimanya sebagai mahasiswa sebelum ia resmi memilih HKU sebagai tempatnya menimba ilmu.

(Baca juga: Mahasiswa Ciptakan Aplikasi Virtual Reality untuk Calon Pembeli Apartemen)

Perguruan tinggi tersebut, antara lain Birmingham University (UK), Monash University (Australia), Adelaide University (Australia), Glasgow University (UK), Mahidol University (Thailand) dan beberapa kampus kawasan eropa lainnya.

“Namun setelah berbagai pertimbangan, saya pun mantap memilih HKU untuk melanjutkan pendidikan saya,” ungkapnya, seperti dilansir dari laman UNY, Minggu (3/11/2017).

Menurut Dika, Asia kini menempati peringkat terbaik Programme for Internasional Student Assessment (PISA). Oleh sebab itu, ia memilih HKU sebagai tempatnya menimba ilmu.

“Hasil PISA 2016 menempatkan Singapore, Hong Kong, Jepang, Korea dan Taiwan sebagai top 5 dunia. Finlandia turun menjadi peringkat 6 dan hal ini menggambarkan bahwa kiblat pendidikan telah beralih ke negara-negara di Asia,” jelasnya.

Namun, ada yang menarik dalam cerita Hardika soal proses diterimanya dia sebagai mahasiswa. Menurut pengakuannya, HKU sempat menolaknya sebagai mahasiswa. Tapi, seminggu kemudian, pihak kampus menghubunginya ulang dan mengatakan bahwa dirinya diterima. Dika lalu diminta melengkapi semua persyaratan.

Ia lalu resmi menjadi satu-satunya penerima beasiswa LPDP di universitas kenamaan tersebut.

“HKU memiliki non-local students lebih dari 55% dan seluruh fakultas menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Belajar di HKU, merupakan salah satu kesempatan terbaik yang tak bisa dilewatkan untuk mengembangkan kapasitas dan kapabilitasnya di bidang IT education,” ungkapnya.

Tidak lupa, Hardika berterima kasih kepada UNY yang telah membantu dirinya belajar dan berkembang. Ia juga berharap, ilmu yang dipelajarinya dapat membantu bangsa Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui melalui pengembangan ICT yang cepat dan tepat.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini