Image

Jokowi Sebut Guru PKn dan Agama Kebanyakan

Kamis 30 November 2017, 18:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 11 30 65 1823262 jokowi-sebut-guru-pkn-dan-agama-kebanyakan-TZ03zOHPzv.jpg Foto: Antara

JAKARTA – Pernyataan mengejutkan datang dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2017, ia berkomentar tentang ‘guru normatif’ di sekolah kejuruan yang dinilai terlalu banyak.

“Guru kita 80% lebih guru normatif, harusnya itu guru skill, keterampilan bagi anak kita untuk memperkuat diri mereka. Guru normatif itu guru PKn, guru bahasa Indonesia, guru Agama, apa lagi?” keluhnya, seperti dilansir dari Solopos, Kamis (30/11/2017).

Pernyataan itu keluar bukan tanpa alasan. Pasalnya, Presiden memandang sekolah menengah kejuruan perlu melakukan perubahan sesuai perkembangan zaman.

Tidak hanya sekolah kejuruan. Dia menyebutkan, pendidikan Indonesia juga harus melakukan perubahan total, sebab tantangan dunia pendidikan tidak lagi sama seperti dulu. Anak-anak Indonesia tidak bisa belajar hanya berdasarkan pada aspek normatif dan rutinitas.

Menurut Jokowi, sistem lama tidak mampu membawa perubahan pada universitas, bahkan setelah 30 tahun.

“Bertahun-tahun fakultasnya itu saja, jurusannya itu saja. Fakultas Ekonomi jurusannya studi pembangunan, akuntansi, manajemen, nggak ada jurusan digital ekonomi, jurusan retail tidak ada, jurusan toko online tidak ada.”

Karena itu, ia menilai sistem baru perlu diterapkan sesuai dengan masalah yang tengah dihadapi zaman sehingga membawa kemajuan pada pendidikan Indonesia.

“Jadi sekarang itu problem based learning, anak-anak sering dihadapkan pada tantangan bagaimana cari solusi, bukan hapalan,” tutur Presiden.

Untuk mendukung terciptanya problem based learning, Pemerintah akan memperbesar anggaran riset demi memperdalam aspek inovasi. Tentu, inovasi harus dipertimbangkan besar nilainya di kehidupan masyarakat dan dunia usaha. (elv)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini