Image

Sejahterakan Petani, Mahasiswa Ciptakan Parfum dari Minyak Atsiri

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Minggu 03 Desember 2017, 13:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 30 65 1823282 sejahterakan-petani-mahasiswa-ciptakan-parfum-dari-minyak-atsiri-G5RPunQ6CW.jpg Foto: Dok Unpad

JAKARTA – Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Sayangnya, kemampuan masyarakat dalam mengolah bahan mentah masih sangat kurang. Akibatnya, bahan mentah banyak diekspor ke luar negeri untuk diolah menjadi produk baru, kemudian masuk kembali ke dalam negeri dengan harga yang jauh berbeda.

Menilik masalah tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad), yakn Arif Rahman Jaya (FTIP), Sammy Alva Aditya (FTIP), Andrian Solehudin (Fapet), Rifky Amrullan (FTIP), dan Ketut Widi Artayasa (FISIP) berusaha mengolah hasil alam yang paling sering diekspor menjadi produk bernilai jual.

Melalui ajang Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo VIII, mereka menciptakan minyak wangi ‘Calm’en Perfume’ dari minyak atsiri (citronela oil).

Pemilihan minyak atsiri sebagai bahan parfum dilatarbelakangi oleh minimnya kesejahteraan petani citronela oil di Indonesia. Bahan baku utama minyak atsiri, seperti serai wangi dan minyak nilam, masih banyak diekspor ke luar negeri. Bahan ini kemudian diolah menjadi produk-produk turunan dan masuk ke Tanah Air dengan harga tinggi.

Calm’en Perfume menerapkan model bisnis sosial yang memperhatikan kesejahteraan petani. Respon masyarakat terhadap produk ini juga tergolong baik. Menurut mereka, calm’en perfume dapat menjadi alternatif parfum lokal yang bermutu baik.

(Baca juga: Mahasiswa Ciptakan Bubur Pedas Khas Kalimantan dalam Kemasan Kaleng)

Dilansir dari laman Unpad, Kamis (30/11/2017), pendampingan bidang proses aktivasi dan pengembangan usaha, dosen FTIP Unpad Dr. Dwi Purnomo, M.T. mengungkapkan, usaha yang mengangkat berbagai komoditas lokal memiliki nilai tambah. Selain meningkatkan potensi, usaha dengan basis ini juga meningkatkan kesejahteraan petaninya.

“Ke depan, konsep integratif multi keilmuan, kolabroasi para periset, dan pendampingan yang sungguh-sungguh dapat menjadikan Unpad unggul dalam menciptakan beragam usaha baru berbasis teknologi proses. Kemudian, prosesnya dicatatkan secara baik dalam publikasi agar dapat menjadi sumber keilmuan terbaru,” pungkasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini