nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesawat Tanpa Awak yang Diduga Milik AS Lancarkan Serangan di Pakistan dan Tewaskan 4 Orang

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Jum'at 01 Desember 2017 09:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 01 18 1823532 pesawat-tanpa-awak-yang-diduga-milik-as-lancarkan-serangan-di-pakistan-dan-tewaskan-4-orang-2RZxDA3uPl.jpg Pesawat tanpa awak milik AS. (Foto: Wikimedia Commons)

ISLAMABAD - Sebuah pesawat tanpa awak yang diduga merupakan milik Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan di Pakistan. Serangan yang disebut menargetkan sebuah wilayah persembunyian jaringan militan Haqqani i di sepanjang perbatasan pegunungan Pakistan dengan Afghanistan justru menewaskan 4 Orang.

Jika pesawat tersebut telah dikonfirmasi kebenarannya makan serangan ini merupakan serangan keempat yang dilakukan Negeri Paman Sam di Pakistan sejak Januari. Dua pejabat intelijen Pakistan dan seorang pejabat pemerintah setempat mengatakan, pesawat tanpa awak itu telah menjatuhkan 2 rudal ke kompleks perumahan militan yang dipimpin komandan senior, Abdur Rasheed Haqqani.

"Kami mendapatkannya dari informan kami bahwa ini adalah serangan dari pesawat tanpa awak milik AS yang menargetkan Haqqanis," ujar seorang pejabat lokal sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (1/12/2017).

Serangan tersebut terungkap setelah para penduduk desa melaporkan adanya suara ledakan di wilayah Upper Kurram kepada pihak berwenang. Sayangnya tidak jelas apakah korban tewas merupakan anggota militer termasuk sang komandan Abdur Rasheed Haqqani atau merupakan warga sipil.

Penyerangan yang dilakukan AS di Pakistan merupakan bagian dari strategi baru Presiden Donald Trump dalam perang di Afghanistan. Jaringan militan Haqqani diketahui memiliki basis persembunyian di wlayah Pakistan. Negeri Paman Sam itu telah mendorong Islamabad untuk bertindak melawan militan jaringan Haqqani yang kerap melancarkan serangan terhadap pasukan NATO yang dipimpin AS di Afghanistan.

Otoritas Islamabad sendiri telah membantah klaim AS tersebut dan menyalahkan Afghanistan yang telah membuat kelompok militan masuk ke negaranya. Pakistan telah menghadapi militansi Islam yang mematikan selama lebih dari satu dekade.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini