Sempat Menyangka Hamil, Lauren Terpaksa "Melahirkan" Gumpalan Tumor di Kamar Mandi

Jum'at 01 Desember 2017 22:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 01 18 1823823 sempat-menyangka-hamil-lauren-terpaksa-melahirkan-gumpalan-tumor-di-kamar-mandi-SLNK6G77IU.jpg Lauren Knowles mengalami kehamilan molar. (Foto: Caster News Agency)

ABERDEEN—Seorang perempuan di Aberdeen, Skotlandia, mengalami kehamilan palsu dan melahirkan gumpalan tumor di kamar mandi rumah sakit.

Lauren Knowles berusia 27 tahun saat ia mendapati hasil positif pada alat pengecek kehamilan.  Namun, kegembiraannya tak berlangsung lama. Ia mengalami pendarahan saat usia kandungannya tujuh minggu. Dokter yang menanganinya menyuruhya melakukan pemindaian.

Hasil pemindaian menyebutkan ia mengalami kehamilan molar— kumpulan sel yang dikenal sebagai penyakit trofoblastik gestasional. Janin yang dikandungnya tidak berkembang sempurna melainkan menjadi penyakit mematikan.

“Pemindaian menunjukkan bahwa massa di dalam perut saya adalah tumor yang bersifat kanker. Saya segera melakukan kemoterapi dan kehilangan seluruh rambut saya, “ ujar Lauren.

Setelah menjalani perawatan selama lima bulan kesehatan Lauren terus memburuk. Ia mengalami kram perut hebat dan ada sesuatu di perutnya yang mendorong keluar.

“Saya merasakan sakit yang luar biasa di perut saya, lalu saya pergi ke toilet . ketika saya duduk di toilet saya merasa harus mendorong, dan itu sangat menyakitkan," ujarnya sebagaimana dilansir Independent, Jumat (1/12/2017).

Setelah tumor itu keluar, Lauren melihat gumpalan gelap besar, dan dia merasa bersyukur bahwa tumor itu akhirnya keluar dari tubuhnya,

Tumor sebesar bayi usia 17 pekan itu telah merusak rahim Lauren. Dokter mengatakan ia akan sulit untuk hamil lagi. Selama setahun ia berjuang untuk hamil dan usahanya membuahkan hasil. Lauren hamil dan melahirkan Indi, anak keduanya yang saat ini berusia 10 bulan .

“Saat saya tahu saya hamil saya takut mengalami kehamilan molar lagi. Kami melakukan pemindaian pertama dan kami mendengar detak jantung bayi. Saya tidak dapat berhenti menangis karena saya tahu janin itu nyata.”

Lauren mengatakan bahwa masih ada harapan dalam kondisi terburuk. Ia juga mengingatkan kepada wanita agar waspada terhadap kehamilan molar. (Griska Laras/Magang).

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini