nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tinjau Lokasi Longsor dan Banjir, Mensos Santuni Ahli Waris Korban Bencana di Pacitan

Syaiful Islam, Jurnalis · Sabtu 02 Desember 2017 00:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 01 519 1823888 tinjau-lokasi-longsor-dan-banjir-mensos-santuni-ahli-waris-korban-bencana-di-pacitan-Xhx72aRwqR.jpg Mensos memberikan bantuan (Foto: Okezone)

SURABAYA - Menteri Sosial (Mensos) meninjau lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, Jatim, Jumat (1/12/2017). Disela-sela peninjauan itu, mensos juga mengunjungi para korban selamat.

Mensos menyerahkan bantuan pada 10 ahli waris korban bencana longsor dan banjir bandang. Setiap ahli waris mendapat bantuan Rp 15 juta serta paket sembako. Sehingga bisa meringankan beban mereka.

Korban longsor dan banjir bandang sendiri berjumlah 20 orang. Namun, baru 10 orang yang ditemukan dalam keadaan meninggal. Sedangkan 10 warga lainnya masih hilang dan dalam proses pencarian.

"Karena baru 10 jenazah yang ditemukan, maka santunan kematian baru diberikan kepada 10 orang ahli waris. Sisanya, menyusul setelah jenazah ditemukan," terang Khofifah pada wartawan usai memberikan santunan di Pacitan.

Menurut Khofifah, pada ahli waris korban meninggal diberikan masing-masing Rp15 juta beserta paket sembako. Sehingga total santunan yang diberikan yaitu Rp150 juta. Kemensos juga memberikan bantuan logistik sesaat setelah banjir bandang dan tanah longsor senilai Rp132,6 juta.

Bantuan tersebut berupa lauk pauk siap saji. Sementara untuk membantu warga dalam upaya pembersihan sisa banjir, Kemensos memberikan peralatan kebersihan lingkungan senilai lebih dari Rp1,073 miliar. Dengan demikian total bantuan Rp 1,356 miliar.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan menghadapi cobaan dari Allah. Mari bersama-sama kita doakan saudara-saudara kita yang meninggal, semoga amal ibadah para korban diterima oleh Allah dan segala kekhilafannya diampuni Allah," ungkapnya.

Khofifah menambahkan, hujan lebat dan angin kencang masih berpotensi terus terjadi di tengah perubahan cuaca ekstrem saat ini. Ia menghimbau masyarakat dan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiap-siagaan.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini