nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tren Penyebaran Virus HIV Berubah ke Lelaki Mapan dengan Mobilitas Tinggi

Agregasi Antara, Jurnalis · Minggu 03 Desember 2017 14:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 03 340 1824383 tren-penyebaran-virus-hiv-berubah-ke-lelaki-mapan-dengan-mobilitas-tinggi-ww8ZuEDEP2.jpg Ilustrasi

PONTIANAK - Komisi Penanggulangan AIDS Indonesia (KPAI) Pontianak, Kalimantan Barat menyatakan, tren penyebaran virus HIV/AIDS dalam beberapa waktu telah berubah, yakni rentan kepada para lelaki yang mapan dan punya uang dengan mobilitas tinggi.

"Tren penyebaran virus HIV/AIDS sudah berubah, yakni kepada para lelaki yang mapan dan punya uang dengan mobilitas tinggi masuk populasi kunci, salah satu komunitas yang kami disasar dalam melakukan tes HIV adalah sopir pelabuhan," kata Sekretaris KPAI Pontianak, Lusi Nuryanti di Pontianak, Minggu (3/12/2017).

Dia menjelaskan, upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kota Pontianak telah dimulai sejak 10 lalu dengan berbagai langkah, salah satunya mereka telah menyasar populasi kunci penyebaran virus itu, kepada para PSK (pekerja seks komersial).

Ia menambahkan, temuan menggembirakan pun pihaknya dapat, sehingga masyarakat sebenarnya tidak perlu takut untuk melaporkan jika mengidap virus HIV. "Karena kami punya temuan seorang sopir truk yang sudah positif HIV sejak setahun, kemudian sopir itu rajin minum obat ARV, kemudian hasil tesnya kemarin negatif," ungkapnya.

Sehingga, menurut dia, sudah ada bukti di Pontianak, jika rajin minum ARV (antiretroviral) virus bisa tidak terdeteksi. Konsumsi ARV bagi ODHA memang harus kontinyu dan tepat waktu. "Kami kaget juga, pas melakukan tes di pelabuhan, sudah diketahui sopir itu positif HIV, setelah dites lalu hasilnya negatif," katanya.

Menurut dia, meskipun negatif, sopir tersebut, secara rutin minum ARV, karena fenomena ini seperti diabetes, ketika dites gula darahnya normal tapi yang bersangkutan tetap diabetes.

KPAI Kalbar, mencatat secara umum Kalbar berada di peringkat 13 penemuan kasus HIV tertinggi, sebelumnya sering berada di urutan lima dan delapan besar, dan indikator peringkat itu dilihat dari jumlah temuan baru, katanya.

"Kami memang mengejar angka HIV baru rendah, dan mendorong masyarakat untuk sebanyak-banyaknya melakukan tes HIV, yang hingga kini tercatat sebanyak 11.633 orang yang sudah melakukan tes tersebut," katanya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini