nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tadah Emas Hasil Tambang Ilegal, RK Ditangkap Polisi

Abimayu, Jurnalis · Senin 04 Desember 2017 02:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 03 340 1824530 tadah-emas-hasil-tambang-ilegal-rk-ditangkap-polisi-APCPCOqiCV.jpg Emas yang dibawa RK (foto: Abimayu/Okezone)

SAROLANGUN - Satuan Reserse Kriminal dan Intelkam Polres Sarolangun Provinsi Jambi menangkap pelaku penadah emas hasil Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Pelaku diketahui berinisial RK (43) warga Kota Bengkulu.

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana mengatakan, tersangka ditangkap di jalan Lintas Sumatera KM 09 tepatnya di depan Rumah Sakit Umum Sarolangun.

Kata Dadan, pihaknya menyita beberapa barang bukti yakni satu tas ransel warna abu-abu, satu tas kecil warna hitam, 23 lempengen/butiran berwarna kuning yang diduga emas dengan berat sekira 947 gram (0,947 Kg).

"Lalu uang sejumlah Rp175 ribu, tiga handphone, satu handphone merk samsung dan dua buah dompet," kata Dadan, Minggu (3/12/2017).

Penangkapan pelaku, sambungnya, saat pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa dicurigai seseorang yang membawa emas dari hasil PETI di wilayah Desa Rantau Gedang Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun yang menuju Bengkulu.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan, dan benar adanya informasi tersebut bahwa ada seseorang yang dicurigai membawa emas dari hasil PETI menggunakan travel menuju Bengkulu.

Selanjutnya petugas memberhentikan mobil Daihatsu Luxio yang ditumpangi pelaku sampai di depan RSUD Sarolangun, dan kemudian melakukan penggeledahan terhadap RK. Dalam penggeledahan tersebut, petugas mendapatkan kepingan/lempengan barang berwarna kuning yang diduga emas dari hasil PETI yang dibungkus di dalam sebuah plastik bening,

Selanjutnya pelaku dan barang bukti diamankan di Mako Polres Sarolangun guna penyidikan lebih lanjut dan kemudian dilanjutkan giat penggeledahan di Desa Rantau Gedang Kecamatan Bathin VIII di dapatkan kembali barang-barang bukti yaitu, satu set alat pembakar, satu buah kayu alas pembakar, satu buah timbangan digital, dua buah mancis atau korek api, satu buah kalkulator, satu buah kuas warna merah, dua kantong cup plastik, satu buah toples plastik warna hijau berisi pijar.

Lalu polisi juga menyita dua buah penjepit, satu buah kardus yang berisi mangkok terbuat dari tanah, satu set cerobong pembakaran, satu botol aqua yang berisi bahan bakar, satu corong warna merah, dan uang Rp2 juta.

"Adapun ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar, sebagaimana telah diatur dalam Pasal 161 UU RI No. 04 tahun 2009 tentang Mineral dan Batu bara atau 480 Ayat (1) ke 1 KUHP," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini