nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Abaikan Saran China dan Rusia, AS-Korsel Tetap Adakan Latihan Gabungan

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Senin 04 Desember 2017 17:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 04 18 1824948 abaikan-saran-china-dan-rusia-as-korsel-tetap-adakan-latihan-gabungan-XWSViGbwu5.jpg Latihan gabungan Korsel-AS. (Foto: Reuters)

SEOUL - Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) melanjutkan latihan udara bersama berskala besar, sebuah langkah yang menurut Korea Utara (Korut) akan mendorong Semenanjung Korea di ambang perang nuklir dengan mengabaikan seruan dari Rusia dan China untuk membatalkannya.

Latihan tersebut dilakukan seminggu setelah Korut mengklaim bahwa telah menguji rudal balistik yang terbaru dan mampu mencapai AS sebagai bagian dari program senjata yang telah dilakukannya dengan menentang sanksi dan kecaman internasional.

BACA JUGA: AS-Korsel Kembali Gelar Latihan Gabungan pada Awal Desember

Latihan gabungan antara Korsel dan AS dirancang untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan operasional dan untuk memastikan perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea, kata militer AS sebelum latihan dimulai.

China dan Rusia telah mengusulkan agar AS dan Korsel menghentikan latihan militer besar dengan imbalan Korut juga menghentikan program senjatanya. Beijing secara resmi menyebut gagasan itu sebagai proposal "suspensi ganda".

BACA JUGA: Korsel-AS Umumkan Latgab, Korut Diprediksi akan Luncurkan Rudal Baru

Selain itu, Rusia juga menuduh bahwa AS mencoba memprovokasi pemimpin Korut Kim Jong-un dan sama saja menempatkan AS di ambang kehancuran. Sementara Menteri Luar Negeri China Wang mengatakan bahwa China secara konsisten menentang perilaku yang meningkatkan ketegangan.

"Dan tindakan yang tidak mematuhi atau berada di luar resolusi Dewan Keamanan PBB tidak memiliki dasar dalam hukum internasional dan merusak hak-hak anggota PBB," kata Menlu Wang saat ditanyai terkait sanksi AS terhadap Korut, dilansir dari Reuters, Senin (4/12/2017).

BACA JUGA: Dibayangi Ancaman Korut, Militer AS Adakan Latihan Evakuasi di Korsel

Latihan AS-Korsel yang disebut ‘Vigilant Ace’ akan berlangsung hingga Jumat 8 Desember, dengan enam pesawat tempur siluman F-22 Raptor akan ditempatkan di antara lebih dari 230 pesawat yang ambil bagian.

Sekira 12.000 anggota dinas AS, termasuk dari Marinir dan Angkatan Laut, akan bergabung dengan pasukan Korsel. Pesawat yang mengambil bagian akan diterbangkan dari delapan instalasi militer AS dan Korea Selatan.

Angkatan Udara China mengatakan bahwa pesawat pengawasnya dalam beberapa hari terakhir melakukan latihan di Laut Kuning dan Laut China Timur untuk menguatkan kembali kesiapan tempur dan melindungi kepentingan strategis negara tersebut.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini