nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Langgar Perbatasan, Kapal Ikan dari China Berbendera Timor Leste Ditangkap di Perairan NTT

Adi Rianghepat, Jurnalis · Senin 04 Desember 2017 21:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 04 340 1825120 langgar-perbatasan-kapal-ikan-dari-china-berbendera-timor-leste-ditangkap-di-perairan-ntt-E75dySXQZJ.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

KUPANG - Kapal penangkap ikan berasal dari China berbendera Timor Leste diamankan petugas Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kupang karena melakukan penangkapan melampaui zona ekonomi eksklusif (ZEE) di perairan Nusa Tenggara Timur.

"Saat ini barang bukti berupa satu armada kapal ikan bersama 30 ton ikan hasil tangkap serta 21 awak kapal sudah diamankan dan sedang menjalai pemeriksaan," kata Kepala Stasiun PSDKP Kupang, Mubarak kepada Okezone di Kupang, Senin (4/12/2017).

Menurut dia, kapal yang diawaki Wong Zhi Yi (55), berkewarganegaraan Tiongkok itu ditangkap di perairan perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Karena tidak memiliki izin penangkapan di perairan Indonesia, maka kapal tersebut ditangkap.

"Petugas kami melakukan penangkapan sekaligus pengamanan kapal tersebut menggunakan kapal pengawas perikanan KM Hiu Macan 003 pada Kamis (30/11/2017) silam," katanya.

Menurut dia kapal tersebut telah masuk sejauh 10 mil ke laut Indonesia di dalam zona ekonomi eksklusif perairan Indonesia. Lantaran tak berizin makanya langsung digiring dan saat ini sedang berada di pelabuhan tambatan Tenau Kupang dan menjalai pemeriksaan. Para awak kapal tersebut ada berkebangsaan China, Vietnam, Myanmar dan enam di antaranya earga negara Indonesia.

"Mereka tidak ditahan namun tetap dalam pengawasan selama diperiksa penyidik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan," katanya.

Terhadap barang bukti berupa 30 ton ikan berbagai jenis antara lain tuna dan tingkol itu akan dimusnahkan. "Ke depannya nanti akan dilelang agar bisa memberikan pemasukan bagi negara," katanya.

Sejauh ini dalam pelaksanaan baru sekali ini PSDKP melakukan penangkapan terhadap kapal asing pelanggar ZEE di perairan NTT dengan Timor Leste. "Kalau di sekitaran perairan Natuna sudah acap kali," katanya.

Dengan armada serta sumber daya yang ada, Mubarak mengatakan optimalisasi terus dilakukan demi mengamankan wilayah perairan Indonesia dari aksi tangkap liar ikan di lautan Indonesia. "Kami terus memanfaatkan sejumlah sarana pendukung antara lain teknologi dan satelit melakukan pengawasan di laut dan perairan Indonesia terutama di batas negara," kata Mubarak.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini