Image

Dokter Muda Ini Ciptakan Benang Kapas untuk Pengecekan Darah, Kok Bisa?

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Selasa 05 Desember 2017, 11:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 04 65 1824985 dokter-muda-ini-ciptakan-benang-kapas-untuk-pengecekan-darah-kok-bisa-sWCkGuUhjo.jpg Foto: Dok IPB

JAKARTA - Pengecekan darah dapat dilakukan dengan mudah melalui di rumah sakit kota yang memiliki fasilitas lengkap. Berbeda dengan korban darurat di daerah terpencil, tentu kesulitan akan dialami tim medis.

Pengecekan darah merupakan hal yang lazim dilakukan kepada korban kecelakaan darurat di rumah sakit besar. Namun, cerita akan menjadi lain bila pengecekan harus di lakukan di daerah terpencil dengan segala keterbatasannya. Tim medis pasti mengalami kesulitan untuk menangani korban tanpa fasilitas yang memadai.

Melihat kondisi tersebut, dokter hewan muda Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH IPB), Mokhamad Fakhrul Ulum dan rekannya berusaha menciptakan alat sederhana dengan bahan baku benang yang dapat digunakan untuk melakukan pengecekan darah.

"Jika kita fokus pada alat yang canggih, maka layanan kesehatan tidak akan menyentuh pasien di daerah terpencil. Apalagi, melihat latar belakang pendidikan kita yang kebanyakan lulus dari universitas luar negeri. Kita terbiasa memanfaatkan peralatan canggih. Tetapi saat kita kembali ke Indonesia, kita bertemu dengan alat yang terbatas. Karena itu, kita coba untuk mengeksplorasi bahan pertanian yang ada di dalam negeri. Jadi, ini benar-benar IPB. Produk pertanian seperti kapas kita bisa mengembangkannya menjadi alat diagnostik," ungkap Fakhrul, seperti dilansir dari laman IPB, Selasa (5/12/2017).

Alat ini terdiri dari beberapa helai benang pada piringan persegi panjang, sehingga bentuknya mirip senar gitar. Setengah dari panjang benang pertama akan diteteskan antikoagluan (obat untuk mencegah pembekuan darah). Sementara, dasar benang diteteskan sampel darah.

"Darah akan mengalir melalui benang utuh (tidak ada antikoagulan), maka plasma akan terpisah dari darah dan terus mengalir hingga ujung benang. Pada ujung benang, reagen diletakkan sebagai indikator pengamatan," paparnya.

Ketika darah sudah terpisah dari plasma, maka ujung benang akan terlihat jernih, tetapi basah.

"Selanjutnya menggunakan pereaksi khusus, misalnya untuk glukosa, nitrit untuk kelainan jantung, atau protein untuk mendeteksi jenis darah. Indikasi pada alat ini dilihat dari perubahan warna pada reagen yang terkandung akibat reaksi," imbuhnya.

Fakhrul menambahkan, alat tersebut mampu menolong pasien di daerah terpencil. “Dokter yang dikirim ke daerah terpencil bisa melakukan pemeriksaan darah langsung dengan perangkat ini, sehingga perawatan medis bisa segera dilakukan," pungkasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini