nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berbekal Ilmu Gendam, Pria Asal Cianjur Gasak Perhiasan Senilai Rp4 Miliar

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 05 Desember 2017 22:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 05 519 1825583 berbekal-ilmu-gendam-pria-asal-cianjur-gasak-perhiasan-senilai-rp4-miliar-snFBBaZKI3.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

SURABAYA - Dengan berbekal ilmu gendam alias hipnotis, SA (29) warga asal Cianjur, Jawa Barat berhasil menggasak perhiasan milik korbannya senilai Rp4 miliar. Uniknya, tersangka tidak masuk sendiri ke rumah korban, tetapi melalui pembantu korban.

Akibat perbuatannya tersebut, kini SA dijebloskan dalam tahanan Mapolrestabes Surabaya. Setelah sebelumnya polisi berhasil menangkap tersangka saat bersembunyi di rumahnya, Cianjur, Jawa Barat.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan menjelaskan, terungkapnya kasus itu setelah polisi melakukan penyelidikan. Dimana diketahui bahwa yang melakukan pencurian di Perumahan Galaxy Permai Surabaya sepekan terakhir adalah tersangka SA.

"Kemudian kami melakukan perburuan dan berhasil menangkap tersangka SA saat berada di rumahnya, Cianjur, Jabar," terang Rudi pada wartawan, Selasa (5/12/2017).

Modus operandi yang dilancarkan tersangka dengan dengan cara berpura-pura menanyakan alamat pada dua pembantu yang sedang pulang dari pasar di jalan. Kemudian tersangka mengajak kedua pembantu itu ke dalam mobil yang disewa.

Tersangka mengaku bisa menyembuhkan berbagai penyakit dan bisa mengatasi masalah yang tengah dihadapi kedua pembantu itu. Selanjutnya tersangka menyuruh kedua pembantu ke dalam rumah majikan untuk menguras perhiasan dengan total bernilai sekitar Rp4 miliar.

Karena sudah digendam oleh tersangka, korban mau saja menuruti permintaan tersangka. Lalu perhiasan tersebut diberikan pada tersangka yang sedang menunggu di dekat pos satpam. Usai mendapatkan perhiasan, tersangka langsung kabur untuk menghilangkan jejak.

"Tersangka SA sama sekali tidak masuk ke rumah korbannya, karena yang mengambil barang-barang berharga adalah dua orang pembantu yang telah dihipnotis," ungkap Rudi.

Berdasarkan pengakuan tersangka, SA baru dua kali beroperasi di Surabaya. Namun dirinya tidak percaya begitu saja dengan pengakuan tersangka, polisi masih terus mengembangkan kasus tersebut. Bahkan pihaknya masih memburu pelaku lain yang buron.

"Tersangka memang selalu beroperasi dengan berpindah-pindah kota. Di Surabaya, dia menyewa rumah, mobil untuk sarana operasionalnm. Sasaran adalah rumah-rumah mewah. Tersangka menjalankan pencurian dengan modus hipnotis sejak 2009," tukas Kapolrestabes.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini