Image

10 Pemuda Indonesia di 30 Under 30 Asia versi Majalah Forbes

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Selasa 05 Desember 2017, 12:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 05 65 1825319 10-pemuda-indonesia-di-30-under-30-asia-versi-majalah-forbes-zDXlkppkwr.jpg Foto: Dok Okezone

JAKARTA – Sebanyak sepuluh pemuda Indonesia masuk ke dalam deretan 30 Under 30 Asia versi Majalah Forbes, edisi November 2017. Mereka merupakan orang-orang yang diramal berpotensi menjadi pemimpin atau pebisnis masa depan.

Lalu, siapa mereka dan bagaimana cara mereka mendapatkan posisi tersebut? Dilansir dari Tempo.co, inilah yang menjadikan mereka masuk jajaran bergengsi se-Asia.

1. Poernomo bersaudara

Mereka adalah Ronald, Arnold, dan Reynold yang berada di balik kemudi KOI Dessert Bar, restoran ternama di Sydney, Australia.

Sebagai anggota keluarga tertua, Ronald telah mengoleksi 10 tahun pengalaman dalam menjalankan restoran dan kafe di Sydney. Sementara, Arnold merupakan seorang juri dalam ajang memasak MasterChef Indonesia yang disiarkan ke televisi lokal. Adiknya, Reynold, lebih memilih mengadu kemampuan sebagai peserta MasterChef Australia dan memperoleh gelar Desert King.

2. Cynthia Delaney Suwito

Sebagai lulusan dari Lassalle College of Arts, Cynthia memilih hal-hal kecil dalam kehidupan masyarakat sebagai inspirasinya dalam menciptakan karya seni. Namanya mulai dikenal saat ia membuat proyek rajutan mi rebus menjadi syal. Dalam Harper's Bazaar Art Prize 2015 kemarin, Cynthia berhasil menembus babak final.

3. Teguh Ariwibowo

Teguh adalah co-founder layanan gadai digital Indonesia, yaitu Pinjam Indonesia. Startupnya menawarkan nilai terotomasi dari kebutuhan para pengguna, muai dari kendaraan hingga perhiasan, berdasarkan gambar secara daring.

4. Marshall Pribadi

Ia merupakan penemu sekaligus CEO dari Privy, prosesor jaringan identitas universal dengan pengelolaan digital. Privy pernah menjadi juara di Finspire, kompetisi startup oleh fintech yang digelar oleh Bank Mandiri. Bank terbesar di Indonesia tersebut juga merupakan salah satu pengguna terverifiakasi dalam Privy, bersama dengan Uber, BFI Finance, dan lainnya.

5. Gibran Huzaifah Amsi El Farizi

eFishery, bisnis agrikultur ikan berbasis teknologi membawa Gibran sebagai orang kelima di antara sepuluh pemuda Indonesia. Ia merevolusi pasar akuakultur senilai US$5,4 miliar yang belum tersentuh.

Untuk memastikan ikan-ikan tersebut dalam keadaan sehat, Gibran menggunakan teknologi perawatan-pintar berbasis cloud untuk 20 ribu ekor ikan dan tambak udang di seluruh Tanah Air.

Selain menjual produk, eFishery juga menghimpun data dari akuakultur yang bisa digunakan penambak dan nelayan.

6.  Winston dan William Utomo

Mereka merupakan tokoh pendiri IDN Media, sebuah perusahaan berita dan hiburan di Indonesia. Sebanyak 70 persen pendapatannya berasal dari iklan para klien. Nama-nama besar seperti Unilever, Samsung, dan P&G termasuk di dalamnya.

7. Chirstina Suriadjadja

Sebelumnya, Chirstina merupakan seorang atlet profesional. Namun, Pilihannya yang mendirikan Travelio otomatis menjadikan Christina sebagai pebisnis. Travelio merupakan layanan di Indonesia yang menawarkan penyewaan harian hingga bulanan. Setelah sukses bekerja sama dengan lebih dari 2000 penyewaan di 25 kota di Indonesia, ia masih ingin memasarkan bisnisnya sampai ke Negeri Tirai Bambu.

8. Try Wibowo

Terinspirasi dari ibunya yang membangun pelatihan perawat ketika ia masih kecil, Try Wibowo akhirnya ikut mendirikan platform layanan kesehatan Indonesia, Insan Medika. Layanan tersebut menawarkan perawatan dalam rumah kepada orang-orang lanjut usia.

Aplikasi berbasis lokasi ini memungkinkan seseorang merekrut perawat lansia dengan jarak paling dekat dari rumah pengguna. Ia juga telah bekerja sama dengan lebih dari 100 SMK Kesehatan, serta telah merekrut lebih dari 1.200 perawat.

Startup ini pernah mendapat predikat “The most Outstanding Home Health Service in the World in 2016” pada Global Over 50s Housing & Healthcare Awards di Inggris.

9. Belva dan Usman

Lulusan MBA Stanford dan Master Administrasi Publik di Harvard, Belva bersama Master Jurusan Pengembangan Pendidikan Internasional di Columbia University, Usman, telah mendirikan platform pendidikan berbasis teknologi, Ruangguru.com.

Ruangguru mampu menghubungkan siswa-siswa prospektif dengan 25 ribu tutor privat. Startup ini juga telah mengumpulkan 150 ribu pengguna dan sekira 300 ribu komunitas.

10. Tyovan Widagdyo

Dengan mendirikan Bahaso, Tyo mengajarkan bahasa asing kepada orang Indonesia. Dengan modal sekira US$500 ribu, ia memulai aplikasi mobile yang mampu menarik 100 ribu pengguna setahun setelah diluncurkan.

ia juga dikenal dengan Vemobo, aplikasi mobil yang digunakan oleh Presiden Indonesia dalam melacak infrastruktur.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini