Image

Memoar Kaisar Jepang Terkait Perang Dunia II Dilelang

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 06 Desember 2017, 13:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 06 18 1826027 memoar-kaisar-jepang-terkait-perang-dunia-ii-dilelang-mojH3NjKyk.JPG Memoar tersebut mengungkap alasan di balik deklarasi perang Jepang terhadap AS di masa Kaisar Hirohito (Foto: Reuters)

NEW YORK – Kaisar Jepang, Hirohito, tidak berani memveto keputusan para penasihatnya untuk mendeklarasikan perang terhadap Amerika Serikat (AS) pada 1941. Sebab, sang kaisar khawatir akan terjadi perpecahan di dalam negeri yang berujung kehancuran Jepang jika usulan tidak dipenuhi.

Fakta tersebut terungkap lewat memoar tertulis milik Kaisar Hirohito yang akan dilelang di New York, Amerika Serikat (AS). Memora yang ditulis sejak dekade 1920 itu sedikit banyak mengungkap sejarah Jepang di masa Perang Dunia II.

“Dia sadar jika ingin tetap berkuasa, dia harus melakukan apa yang diinginkan (para penasihat),” ujar Direktur Departemen Buku dan Manuskrip rumah lelang Bonhams, Tom Lamb, melansir dari Reuters, Rabu (6/12/2017).

“Dan itu adalah fakta menarik, karena, pada penghujung dekade 1930 hingga 1940, keputusan militer dibuat tanpa bisa dia ikuti,” sambung Lamb.

Bonhams memperkirakan memoar tersebut akan laku terjual pada rentang USD100-150 ribu (setara Rp1,3-2 milyar). Manuskrip berwarna kecoklatan itu ditulis dengan pensil dan pulpen oleh Terasaki Hidenari, seorang penerjemah dan penasihat Kaisar Hirohito, pada 1946.

Memoar tersebut juga memuat pernyataan Kaisar Hirohito yang didiktekan kepada Terasaki bahwa jika ia memboikot keputusan terjun ke medan perang, Jepang malah akan dilanda perang sipil yang justru akan berdampak lebih buruk. Bahkan, Jepang bisa saja terpecah-pecah.

Buku memori berjudul ‘Dokuhakuroku’ atau ‘Monolog Kaisar’ itu diklaim dapat memberi sedikit gambaran terhadap peran kekaisaran dalam perang. Topik tersebut tidak pernah benar-benar dipelajari di Jepang karena AS, yang sempat menguasai Negeri Matahari Terbit usai perang, tetap ingin mempertahankan sang kaisar sebagai simbol terbentuknya negara demokrasi baru.

“Amerika membutuhkan Kaisar Hirohito untuk menyatukan negara kembali. Seluruh Jepang berubah dari bergaya militer menjadi kekuatan utama ekonomi pascaperang, dan tentu saja sang kaisar punya peran besar terhadap perubahan tersebut,” ujar Tom Lamb.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini