Image

HISTORIPEDIA: 360 Pesawat Tempur Jepang Serbu Pangkalan Amerika di Pearl Harbour

Kamis 07 Desember 2017, 06:09 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 06 18 1826253 historipedia-360-pesawat-tempur-jepang-serbu-pangkalan-amerika-di-pearl-harbour-mGlKGgZox5.jpg Serangan di Pearl Harbour. (Foto: National Geographic)

SEBUAH pesawat pengebom Jepang meluncur dari atas langit Oahu diikuti 360 pesawat tempur lainnya dan menyerang pangkalan angkatan laut AS di Pearl Harbour pada Minggu 7 Desember 1941. Peristiwa itu menjadi pukulan hebat bagi Angkatan Laut Amerika Serikat dan memicu terjadinya Perang Dunia II.

Pukul 07.02 pagi, dua operator radar melihat sekelompok pesawat terbang menuju pulau Ohau dari arah utara. Mereka mengira pesawat itu adalah B-17 yang terbang dari Amerika Serikat dan diberi tahu untuk tidak membunyikan alarm. Serangan itu terjadi pada pukul 07.55 saat sebagian besar tentara menghadiri kebaktian. Penyerbuan yang tiba-tiba itu menjadi kejutan besar bagi angkatan laut Amerika Serikat.

Presiden Franklin D. Rosevelt telah memprediksi kemungkinan terjadinya serangan setelah upaya perundingan diplomatik dengan pihak Jepang gagal. Namun, tak ada upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keamanan di Pearl Harbour.

Serangan itu membuat sebagian besar armada pangkalan laut Amerika tak dapat digunakan: lima kapal perang, tiga kapal perusak, dan tujuh kapal lainnya tenggelam dan rusak parah. Selain itu, lebih dari 200 pesawat hancur. Sebanyak 2.400 serdadu Amerika terbunuh dan 1.200 orang lainnya luka-luka. Meski begitu, beberapa serdadu membalas serangan tersebut dengan berani. Sedangkan kerugian dari pihak Jepang meliputi 30 pesawat dan 5 kapal selam rusak serta korban tewas kurang dari 100 orang.

Beruntung, tiga kapal induk Amerika Serikat sedang berada di laut sedang berlatih manuver. Kapal induk raksasa ini akan membalas dendam melawan jepang di Battle of Midway enam bulan kemudian. Sebuah kemenangan spektakuler berhasil diraih pasukan Amerika Serikat dan membalikkan keadaan Angkatan Laut Jepang yang tak terkalahkan sebelumnya.

Sehari setelah penyerangan, Presiden Roosevelt menghadiri sidang gabungan kongres dan memberitahukan penyerangan Pearl Harbour. Ia juga meminta kongres menyetujui sebuah resolusi dan mengakui status perang antara Amerika Serikat dan Jepang. Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui resolusi tersebut dengan total suara 388 banding 1.

Jeannette Rankin, perwakilan dari Mintana, menjadi satu-satunya pihak yang menentang keputusan tersebut. Ia adalah seorang pasifis yang taat yang juga menentang bergabungnya Amerika Serikat dalam Perang Dunia I.

Kontribusi Amerika Serikat dalam keberhasilan perang sekutu selama empat tahun telah mengorbankan lebih dari 400.000 nyawa tentara Amerika. (Griska Laras/Magang)

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini