nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Penangkapan Kapolsek Lolowau Nias, Diduga Terlibat Peredaran 15 Kg Narkoba

Erie Prasetyo, Jurnalis · Rabu 06 Desember 2017 14:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 06 340 1826073 kronologi-penangkapan-kapolsek-lolowau-nias-diduga-terlibat-peredaran-15-kg-narkoba-1oz1KozKTM.jpg Ilustrasi.

MEDAN - Polda Sumut akhirnya mengekspos pengungkapan kasus pengedaran narkoba jaringan internasional yang melibatkan salah seorang Perwira polisi yang menjabat sebagai Kapolsek di jajaran Polda Sumut.

Penangkapan Kapolsek Lolowau, AKP BS (44) bermula pada Minggu, 3 Desember 2017. Mulanya pihak Resnarkoba Polda Sumut mendapat informasi jaringan narkoba tersebut akan menjemput barang yang diduga narkotika golongan I Jenis sabu di daerah Jalan Turi, Kota Medan.

Lalu anggota Resnarkoba Polda Sumut melakukan pembuntutan terhadap pelaku yang menjemput narkoba dengan mengendarai mobil sampai di jalan Gaperta ujung Helvetia Medan. Pelaku berhasil dicegat dan ditangkap. Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan 1 tas yang berisi narkotika golongan I jenis sabu sebanyak 15 (lima belas) bungkus yang dikemas dengan bungkus teh warna kuning dengan berat masing-masing seberat 1 kilogram dengan total berat keseluruhan 15 kg.

Dalam penangkapan itu polisi mengamankan CP (46)  dan GS (56). Setelah diinterogasi kedua tersangka menjelaskan bahwa narkotika golongan I jenis sabu berasal dari pria berinisial MDS. Petugas langsung melakukan pengejaran terhadap anggota jaringan lainnya.

(Baca juga: Polda Sumut Dalami Kasus Oknum Kapolsek di Nias Terlibat Narkoba)

Saat ditemukan, tersangka lainnya menggendarai mobil Kijang Krista warna hitam. Saat itu  para pelaku menabrakan kendaraannya ke kendaraan petugas. Polisi berhasil menghentikan mobil pelaku di depan lapangan bola menuju daerah Namorambe.

Inisial tersangka yang berada di dalam mobil tersebut adalah MDS (40), R (34). Lalu ada juga anggota Polri yakni AKP BS dan Bripda MY (22).

Setelah diintrogasi, petugas melakukan pengembangan lagi dan dari hasil pengembangan ditangkap dua orang kurir yakni AA (28) yang memesan Narkotika Golongan I Jenis Sabu seberat 2 Kg dan J (45) yang memesan Narkotika Golongan I Jenis Shabu seberat 3 Kg.

"Saat dilakukan pengembangan dengan membawa tersangka MDS yang tahu di mana sabu lainnya, dia turun dari mobil dan berupaya melawan petugas sehingga dilakukan tindak tegas dan terukur (ditembak). Tersangka meninggal dunia," jelas Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting.

Dalam pengungkapan kasus itu, Polda Sumut menetapkan 14 orang jadi tersangka dengan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 38 kilogram. Dari hasil penyidikan, sabu tersebut diketahui berasal dari Malaysia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini