Dituduh Simpan Pelakor, Oknum PNS Dilaporkan Istrinya

Ade Putra, Okezone · Rabu 06 Desember 2017 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 06 340 1826087 dituduh-simpan-pelakor-oknum-pns-dilaporkan-istrinya-O0o32qdCvk.jpg Ilustrasi perselingkuhan. (Foto: Popsugar)

SANGGAU - Tak terima rumah tangganya dihancurkan pelakor (perebut laki orang), Nur, warga Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat melaporkan suaminya ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sanggau. Sang suami berinisial Il merupakan PNS di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sanggau.

"Kalau ini tidak dilaporkan, khawatir akan diselingkuhin terus," kata wanita 44 tahun ini kepada sejumlah wartawan, Rabu (6/12/2017).

Ibu tiga anak itu mengaku sudah berkali-kali memberikan toleransi dan maaf kepada suaminya. Namun, toleransi dan maaf yang diberikan kerap diabaikan. Ia membeberkan, suaminya tidak hanya bermasalah dengan dirinya, namun juga dengan warga sekitar. Kala itu, Tahun 2012, Il pernah bermasalah hukum karena menggunakan uang kas RT dan uang masjid.

"Informasinya uang itu dipakai dia (Il) untuk membayar adat di Desa Binjai karena kasus selingkuh dengan istri orang," ceritanya.

Nur mengaku sudah dua bulan tidak pernah lagi mendapat nafkah dari suaminya. Ia berharap, pemerintah daerah segera menindak tegas suaminya. Apalagi sejak dilaporkan 20 November 2017 lalu, hingga sampai saat ini belum ada tindakan pasti dari dua institusi tersebut. "Kalau bisa dia diberhentikan dari PNS, khawatirnya dia membuat orang resah dengan ulahnya," harapnya.

(Baca juga: Wanita Ini Ngamuk di Jalan, Pergoki Sahabat Karib Selingkuh dengan Suaminya)

Menurut Nur, perpisahan adalah jalan terbaik. "Saya terus terang lebih senang berpisah, tapi dengan cara-cara yang baik," ucapnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Al Leysandri mengaku sudah mengeluarkan surat perintah kepada Disdukcapil agar segera menyelesaikan permasalahan ini. "Kita sudah minta Kadis Dukcapil sebagai atasan langsung yang bersangkutan untuk menyelesaikan masalah ini. Karena memang seperti itulah mekanismenya. Kita tunggu laporanya saja," ucap Sekda.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Sanggau, H. Zawawi dikonfirmasi wartawan menerangkan, bahwa pihaknya berjanji segera menyelesaikan kasus ini. "Saat ini persoalannya sedang kami proses," kata Zawawi.

Il, lanjut Zawawi masih dilakukan tahap pemeriksaan. Setelah ada hasil pemeriksaan akan dilaporkan kepada Bupati dan Sekda. "Bupati nanti yang menentukan sanksinya seperti apa," pungkasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini