Image

Mahasiswa IPB Manfaatkan Kelobot Jagung sebagai Plastik Ramah Lingkungan

Elva Mustika Rini, Jurnalis · Rabu 06 Desember 2017, 18:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 06 65 1826194 mahasiswa-ipb-manfaatkan-kelobot-jagung-sebagai-plastik-ramah-lingkungan-oPaihPk3If.jpg Foto: Istimewa

JAKARTA - Jagung merupakan salah satu komuditas pangan yang populer di Indonesia. Prouduksinya yang besar berdampak pada jumlah sampah kelobot (semacam kulit) jagung. Di Indonesia, kelobot jagung banyak digunakan sebagai pakan ternak, bungkus makanan tradisional, dan kerajinan tradisional.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa tim peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Made Dirgantara, Miko Saputra, Muhammad Khalid, Eni Septi Wahyuni, dan Mersi Kurniati melakukan penelitian terkait karakterisasi mekanis kelobot jagung biokomposit sebagai bahan dasar biodegradable.

Sebab, ungkap Mersi, pemanfaatan kelobot jagung seperti yang telah disebutkan di atas belum efektif memaksimalkan potensi limbah. Perkembangan kelobot jagung sebagai bioplastik biasa merupakan solusi memanfaatkan limbah tersebut.

“Hal lain yang mendasari perkembangan bioplastik adalah plastik sinthethic yang terbuat dari produk sampingan minyak bumi seperti polietilena. Dengan bahan dasar minyak bumi, plastik sintetis memiliki bahan baku terbatas dan tidak terbarukan,” jelasnya, seperti dilansir dari laman IPB, Rabu (6/12/2017).

Plasti biodegradable atau bioplastik, menurut dia, merupakan inovasi yang dapat mengurangi jumlah polusi akibat limbah plastik. Plastik biodegradable terbuat dari campuran polimer sintetis dengan bahan alami seperti pati atau selulosa.

Penelitian ini membuat biokomposit dari kelobot jagung ditambah dengan jenis polietilena polimer Linear Low Density Polyethylene (LLDPE) dan menghasilkan kuman mekanis serta uji biodegradasi.

“Sifat mekanik dan biocomposite biodegradable kelobot jagung diharapkan bisa menjadi acuan pengembangan kelobot jagung sebagai bioplastik,” paparnya.

Hasil penelitian menunjukan, kelobot jagung dapat digunakan sebagai bahan pengganti pembuatan bioplastik. Semakin besar konsentrasi kelobot jagung, semakin tinggi tingkat biodegradabilitasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini