Image

Yerusalem Diakui sebagai Ibu Kota Negaranya, PM Israel: Negara Lain Harus Ikuti Jejak Amerika Serikat

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 05:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 18 1826449 yerusalem-diakui-sebagai-ibu-kota-negaranya-pm-israel-negara-lain-harus-ikuti-jejak-amerika-serikat-GlFm6xECbT.jpg Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. (Foto: Getty Images)

TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu menyambut baik keputusan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota negaranya. PM Netanyahu memuji pengumuman yang disampaikan Presiden Donald Trump itu sebagai 'peristiwa bersejarah.'

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Negeri Paman Sam telah secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Sebagaimana diwartakan Independent, Kamis (7/12/2017), dalam sebuah pesan video pre-recorded, PM Netanyahu memintan negara-negara lain untuk mengikuti langkah AS tersebut.

BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Selain itu, pria berusia 68 tahun itu juga mendesak negara-negara lain untuk turut memindahkan kedutaan besar mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem. Amerika Serikat sendiri telah mengonfirmasi pemindahaan kedutaan besar tersebut yang kemungkinan membutuhkan waktu sekira 3 tahun untuk membangun fasilitas baru.

Meski Israel menyambut bahagia pengumuman AS tentang Yerusalem itu, sebagian besar negara lainnya justru kompak menentang hal tersebut. Beberapa negara yang telah memberikan pernyataan resmi tentang sikap mereka yang menentang keputusan itu yakni Iran, Mesir, Arab Saudi, Turki, Prancis dan Maroko.

BACA JUGA: Berbagai Negara Termasuk PBB Kompak Menentang Keputusan AS Terkait Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Pemerintah Inggris juga kemudian memberikan pernyataan resmi senada dengan beberapa negara yang telah disebutkan sebelumnya. Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May mengutuk keputusan AS yang akan memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem.

"Kami tidak setuju dengan keputusan AS untuk memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem dan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebelum adanya kesepakatan akhir. Kami percaya bahwa ini sama sekali tidak membantu dalam hal prospek perdamaian di kawasan tersebut. Kedutaan Besar Inggris untuk Israel berbasis di Tel Aviv dan kami tidak memiliki rencana untuk memindahkannya," ujar PM May dalam pernyataan resminya.

PM May menegaskan bahwa status Yerusalem hanya bisa ditentukan dalam penyelesaian yang dinegosiasikan antara Israel dan Palestina. Dan sebelum status tersebut dapat disepakati Yerusalemharus menjadi Ibu Kota bersama baik Israel dan Palestina. Yerusalem bagian Timur diketahui dianeksasi oleh Israel setelah Perang Enam Hari tahun 1967. Namun pasca-aneksasi dunia internasional tidak mengakui Yerusalem sebagai bagian dari Israel.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini