Image

OKEZONE STORY: Demi Sains, Humphry Davy Jadikan Dirinya Kelinci Percobaan Gas Tawa

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 08:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 07 18 1826756 okezone-story-demi-sains-humphry-davy-jadikan-dirinya-kelinci-percobaan-gas-tawa-IrsrvdTyWK.jpg Ahli kimia yang menemukan gas tawa, Humphry Davi. (Foto: The Vintage News)

BERBAGAI hal berharga berhasil ditemukan oleh para ilmuwan sejak zaman dahulu. Mereka berusaha membuat terobosan baru demi memudahkan kehidupan yang ada. Tak jarang, saat melakukan penelitian, para ilmuwan rela melakukan hal apa pun, termasuk menjadikan diri mereka sebagai kelinci percobaan.

Salah satu ilmuwan yang melakukan hal tersebut demi penemuannya adalah Humphry Davy. Namanya terkenal setelah berhasil menemukan nitrous oxide (N2O) yang juga dikenal sebagai gas tawa.

Gas tersebut sebenarnya telah ditemukan pada 1772 oleh ilmuwan asal Inggris, Joseph Priestley. Ketika itu, Priestley menyatakan bahwa N2O merupakan gas beracun.

Meski berbahaya, Davy tak juga menghentikan eksperimennya. Ia berusaha merancang dan membuat peralatan untuk menghirup nitrous oxide.

Karena tahu risiko yang akan ditimbulkan dari gas tersebut, Davy pun tidak meminta bantuan orang lain untuk menjadi kelinci percobaannya. Padahal, dalam penelitiannya ini, ia perlu mengukur denyut nadi seseorang. Hal ini dilakukan guna mengintervensi jika ada yang tidak beres.

Davy pun memutuskan untuk mencoba sendiri gas tersebut. Dibantu oleh asistennya, Dr Kinglake, ia menghirup 4 liter gas tawa di awal penelitiannya.

Di percobaan pertamanya itu, Davy mulai merasakan efek dari gas tersebut. Ia mulai berhalusinasi karena gas itu memabukkan. Peneliti asal Inggris ini mengaku merasakan kenikmatan dan euforia yang hebat saat mencoba gas tersebut.

Demi menemukan hasil yang baik, penelitian yang dilakukannya tak berhenti sampai di situ. Ia memutuskan untuk melakukan lebih banyak eksperimen pada dirinya sendiri dengan menggunakan sejumlah nitrous oxide berbeda. Diakuinya, hal tersebut dilakukan guna menggambarkan pengalaman menyenangkan secara rinci.

"Umumnya ketika saya menarik napas dengan 6 sampai 7 liter (gas tawa), saya merasakan adanya gerakan otot yang diproduksi sampai batas tertentu. Terkadang, saya merasakan kesenangan dengan stamping atau bahkan hanya tertawa saja. Namun di lain waktu, saya bahkan bisa menari mengelilingi ruangan," jelas Davy setelah mencoba gas tersebut, sebagaimana dikutip dari The Vintage News, Jumat (8/12/2017).

Hal ini, nyatanya dilakukan olehnya selama bertahun-tahun. Pada Mei dan Juli, Davy mengaku bisa menghirup gas sebanyak tiga atau empat kali dalam sehari. Hal itu dilakukan secara konsisten di setiap minggunya guna mengetahui efek yang dihasilkan.

Hal yang ditakuti pun terjadi. Davy merasakan efek buruk dari penggunaan gas tawa. Ia mengaku tidak bisa membedakan keadaan di dunia nyata dan khayalannya. Ia tidak pernah tahu persis apa yang dilakukannya.

“Terkadang saya merasakan keracunan yang intens, hadir dengan sedikit kesenangan. Di lain waktu, hidup saya berhubungan langsung dengan emosi saya, " tuturnya.

Lama-kelamaan, Davy pun kecanduan dengan gas tersebut. Ilmuwan yang lahir pada 1778 itu memutuskan untuk menghirup nitrous oxide dalam jumlah besar di luar penelitiannya.

Dia melakukan eksperimen ke tingkat yang lebih tinggi. Hal gila ini pun membahayakan dirinya sendiri hingga mengakibatkannya hampir overdosis. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan.

Penelitian lebih lanjut akhirnya diujicobakan kepada rekan-rekannya. Ia menggunakan dosis yang lebih rendah ketika itu.

Penelitian Davy pun akhirnya selesai dilakukan. Ia menyimpulkan bahwa gas tersebut dapat membuat orang tertawa. Karena itulah, dia menyebutnya gas tertawa.

Demi reputasinya, Humphry Davy harus membayar hal yang besar atas penelitiannya. Ia harus mengorbankan nyawanya demi sains. Hal ini tentu membawa dampak pada kesehatannya sehingga membuatnya tidak dapat menikmati ketenarannya untuk waktu yang lama. Pada usia 50 tahun, Davy meninggal akibat serangan jantung. (DJI)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini