Image

Maroko Panggil Utusan Anggota DK PBB Bahas Keputusan AS Atas Yerusalem

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 16:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 18 1826776 maroko-panggil-utusan-anggota-dk-pbb-bahas-keputusan-as-atas-yerusalem-b3dP0WMTdn.jpg

MAROKO - Menteri Urusan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Maroko Nasser Bourita memanggil utusan negara anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB sehubungan dengan meningkatnya keamanan berkaitan dengan masalah Yerusalem.

Menurut satu pernyataan dari Kementerian Luar Negeir Maroko, Bourita menerima Kuasa Usaha dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Rabat, Stephanie Miley dan duta besar Rusia, China, Prancis serta Inggris atas instruksi dari Raja Maroko Mohammed VI, Ketua Komite Al-Quds, yang berafiliasi pada Organisasi Kerja Sama Islam (OIC).

Selama pertemuannya, Bourita secara resmi menyerahkan kepada kuasa usaha di Kedutaan Besar AS pesan tertulis dari Raja Maroko buat Presiden AS Donald Trump, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Di dalam pesan tersebut, Raja Mohammed VI menyampaikan keprihatinannya yang mendalam mengenai keputusan Pemerintah AS. Dia menekankan pentingnya masalah Jerusalem dan penolakan atas setiap pelanggaran terhadap status politik dan hukumnya.

Bourita menyeru negara anggota tetap DK PBB agar memikul tanggung jawab penuh untuk memelihara status Yerusalem dan menghindari setiap tindakan yang mungkin menyulut konflik serta merusak kestabilan di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Maroko itu kembali menyampaikan dukungan terus-menerus dan solidaritas penuh Maroko buat rakyat Palestina sampai mereka memperoleh hak sah mereka, terutama, hak untuk mendirikan negara mereka dengan Yerusalem sebagai Ibu Kotanya.

Sementara itu, Organisasi Pendidikan, Sains dan Kebudayaan Islam (ISESCO) memperingatkan mengenai dampak bencana sehubungan dengan pengakuan AS atas Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengumumkan pengakuannya atas Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dan menginstruksikan Departemen Luar Negeri untuk memulai proses pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Jerusalem.

ISESCO mengatakan di dalam satu pernyataan bahwa tindakan semacam itu akan menyulut reaksi marah dari umat Muslim, yang menganggapnya sebagai provokasi terhadap rasa agama mereka dan sepenuhnya bias sehingga mendukung pendudukan atas Wilayah Palestina.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini