Image

Latgab dengan Korsel, AS Terjunkan 2 Pesawat Bomber

Djanti Virantika, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 18:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 07 18 1826864 latgab-dengan-korsel-as-terjunkan-2-pesawat-bomber-0mFpJS4Zzl.jpg Pesawat temput milik Amerika Serikat. (Foto: Reuters)

SEOUL – Pasukan militer Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) kembali menggelar latihan gabungan (latgab) di perairan Negeri Ginseng. Dalam latihan tersebut, militer AS turut membawa dua pesawat bombernya.

Sebagaimana diwartakan Reuters, Kamis (7/12/2017), dua pesawat pembom B-1B milik AS digunakan dalam latihan yang digelar pada hari ini. Menurut seorang pejabat di Kementerian Pertahanan Seoul, latihan ini digelar karena ancaman perang nuklir Korea Utara (Korut) semakin nyata.

BACA JUGA: AS-Korsel Kembali Gelar Latihan Gabungan pada Awal Desember

Latihan ini telah digelar sejak Senin 4 Desember 2017 dan akan berakhir pada 8 Desember. Selain dua pesawat pembom AS ini, sekira 20 pesawat tempur kedua negara telah bergabung terlebih dahulu.

Tak hanya pesawat pembom, militer AS juga mengikutsertakan 16 ribu personelnya dalam latihan gabungan kali ini.

BACA JUGA: Wakil Sekjen PBB Berencana Kunjungi Korut Menyusul Peluncuran Rudal Balistik

Menurut pejabat Negeri Ginseng, latihan udara kali ini berskala besar. Kedua negara itu berusaha mempersiapkan diri untuk menghadapi perang nuklir Korut yang bisa terjadi kapan saja. Korut pun telah menunjukkan kemajuan yang cepat dalam pengembangan program nuklir dan misilnya.

Kekhawatiran tersebut semakin dirasakan kedua negara itu karena Pyongyang kembali meluncurkan rudal balistiknya belum lama ini. Rudal kali ini diterbangkan dari utara Pyongyang ke arah timur dan kembali mendarat di perairan Jepang.

BACA JUGA: Kru Pesawat Maskapai Asal Hong Kong Mengaku Saksikan Rudal Korut Meluncur di Udara

Peluncuran rudal kali ini tak hanya menimbulkan kekhawatiran bagi AS dan Korsel, tetapi juga negara-negara lainnya. Berbagai pihak pun memprediksi bahwa rezim Kim Jong-un tengah mempersiapkan rudal yang lebih canggih setelah ini.

Menteri Unifikasi Korsel, Cho Myong-gyong menduga peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Korut akna dilakukan pada awal 2018. Bahkan, beberapa pihak menduga bahwa peluncuran dapat dilakukan lebih cepat lagi sesuai keinginan pemimpin tertingginya, Kim Jong-un. Sebab, pengembangan teknologi ICBM telah berjalan lebih cepat dari yang diperkirakan. (DJI)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini