Image

Kejaksaan Rampas Aset Pelaku Kejahatan Senilai Rp124 Miliar Sepanjang 2017

ant, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 17:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 337 1826845 kejaksaan-rampas-aset-pelaku-kejahatan-senilai-rp124-miliar-sepanjang-2017-XsTUDlQTPA.jpg Ilustrasi (Okezone)

JAKARTA - Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Republik Indonesia berhasil mengamankan aset pelaku tindak pidana sepanjang tahun 2017 sebesar Rp124.656.792.000.

Di antaranya menyelesaikan 29 barang rampasan melalui lelang dan pamanfaatan barang rampasan, seperti barang dirampas milik bandar narkoba Pony Tjandra, kini aset tersebut sudah dihibahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN).

Ia menjelaskan barang rampasan milik Pony Candra itu yang tidak diminta oleh BNN akan dilelang. "Sebagian sudah dilelang, dan sebagian belum dilelang, salah satunya masih dalam proses administrasi dan masih tahap penghitungan aset," kata Kepala PPA Andi Herman di Jakarta, Kamis (7/12/2017).

Sementara itu, selain hibah diberikan ke BNN, Tim PPA Kejagung juga memberi hibah barang rampasan kepada Kejari Sumenep berupa satu mobil kijang inova dan sepeda motor Honda Vario dengan nilai Rp151 juta.

"Kepada Kejati Jatim berupa sebidang tanah seluas 453.429 meter persegi di Kabupaten Mojokerto dengan nilai sebesar Rp91.590.638.000 miliar. Rencananya digunakan sebagai sentra Diklat wilayah Timur," katanya.

Andi menambahkan pendampingan terhadap BNN yaitu pemanfaatan barang rampasan sebanyak 9 unit aset rampasan tindak pidana pencucian uang (TPPU) narkotika meliputi tanah, bangunan dan mobil yang diserahkan pada 20 Februari 2017.

Saat ini pihaknya sedang menyelesaikan terhadap permohonan pemanfaatan barang rampasan oleh BNN terhadap 31 unit aset rampasan dari TPPU narkotika meliputi tanah, kemudian tanah berikut bangunannya, mobil, sepeda motor yang berada di Kejari Medan, Tebing Tinggi, Tanjung Balai Asahan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Kejari Surabaya, Banjarmasin, Kejari Idi-Aceh Timur, Kejari Batam, dan Kejari Cilegon.

Saat ini, Pony Tjandra tengah mendekam di Nusakambangan sejak tahun 2006. Pony mendapat vonis hukuman 20 tahun penjara karena terbukti memiliki ekstasi sebanyak 57.000 butir. Dua bulan terakhir ini, Pony kembali menghuni Lapas Cipinang.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini