Image

Berkas Tuntutan Andi Narogong 3 Ribu Halaman Lebih, Isinya Ternyata Ini

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 18:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 07 337 1826903 berkas-tuntutan-andi-narogong-3-ribu-halaman-lebih-isinya-ternyata-ini-kr8xJxY8WH.jpg Terdakwa kasus e-KTP Andi Narogong di Pengadilan Tipikor (Rivan/Antara)

JAKARTA – Terdakwa pengatur tender proyek pengadaan e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Berkas tuntutan pengusaha itu disusun dalam 3.197 halaman.

Jaksa KPK menyebutkan bahwa surat tuntutan Andi Narogong berisi fakta hukum serta pengakuan atau keterangan dari 96 saksi terkait perkara korupsi e-KTP yang sudah diuji di persidangan.

"‎Selama persidangan perkara korupsi e-KTP telah diperiksa sebanyak 96 saksi," kata Jaksa Wawan Sunaryanto di ruang sidang Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017).

Awalnya, saksi yang akan dihadirkan oleh Jaksa KPK untuk terdakwa Andi Narogong berjumlah 150 orang.‎ Namun demikian, terdapat beberapa saksi yang tidak hadir dan belum dapat dikonfirmasi keterangannya dalam persidangan.

Sebanyak 96 saksi yang diperiksa dalam persidangan terdiri dari beberapa pihak yang diduga terlibat dalam ‎perkara korupsi e-KTP. Bukan hanya saksi, Jaksa juga sempat menghadirkan beberapa ahli untuk mengetahui konstruksi kerugian negara dalam perkara ini.

Dalam surat tuntutan tersebut, Jaksa juga mencatat beberapa hasil rekaman pembicaraan terkait proyek e-KTP yang menjadi bancakan beberapa pihak. Rekaman tersebut yakni percakapan Direktur PT Biomorf Lone, Johannes Marliem (almarhum) dengan terdakwa.

Namun, dalam persidangan kali ini, Jaksa tidak akan membacakan ribuan halaman surat tuntutan untuk Andi Narogong. Jaksa hanya akan membacakan poin-poin penting yang menjadi pertimbangan Jaksa untuk memberikan tuntutan kepada Andi.

"Kami sampaikan bahwa tuntutan ini kami susun terdiri dari 3.197 halama‎n. Sehingga, kami mohon maaf yang mulia tidak dibacakan semua," tandasnya.

Andi Agustinus alias Andi Narogong didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (E-KTP), tahun 2011-2012, secara bersama-sama.

Andi didakwa mengarahkan perusahaan tertentu untuk memenangkan tender proyek e-KTP dengan memberikan sejumlah uang ke beberapa pihak. Atas perbuatan Andi Narogong tersebut, negara mengalami kerugian sebesar Rp2,3 triliun.

Atas perbuatannya, Andi Narogong didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1)‎ ke-1 KUHP.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini