Image

Temui Kekerasan Perempuan dan Anak, Warga DKI Jakarta Bisa Telepon 112

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 22:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 07 338 1827039 temui-kekerasan-perempuan-dan-anak-warga-dki-jakarta-bisa-telepon-112-yODJRCFeUK.jpg Ilustrasi. Foto Okezone

JAKARTA - Untuk melayani warga secara cepat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengeluarkan nomor telepon darurat 112. Nomor itu dapat digunakan masyarakat bila mengalami kekerasan terhadap perempuan dan anak di bawah umur.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya serius menangani segala kekerasan pada perempuan dan anak-anak. Kata dia, Pemprov DKI memang sudah memiliki nomor telepon, tapi ia menilai nomor tersebut kurang mendapat respon baik dari operator.

"Selama ini kita sudah memiliki nomor layanan, tapi nomor emergency call-nya agak panjang. Saya pernah coba telepon, dijawab responsif. Tapi mengingat nomornya tidak mudah, 081317617622," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017).

Ia menambahkan, layanan itu akan aktif selama 24 jam. Sehingga, pihaknya akan selalu cepat tanggap bila mendapatkan laporan tentang kejadian kekerasan yang ada di Ibu Kota.

"Kalau kemarin, layanan ada jam tertentu, sekarang 24 jam. Kemudian kemarin pelayanan terbatas dan di RS tertentu. Sekarang pelayanan mencakup visum dan fisik gratis di semua RSUD dan Puskesmas," imbuhnya.

Baca Juga: Januari, Pemprov DKI Bakal Gelar Perayaan Natal di Monas

Baca Juga: Pemprov DKI Sebut DPRD yang Minta Kenaikan Anggaran untuk Parpol

Sementara itu, Kepala Dinas Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAP) DKI Jakarta Dien Emawati mengatakan, nomor tersebut terhubung dengan satuan kerja perangkat daerah lainnya, yakni Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

Ia menuturkan, angka kekerasan anak dan perempuan di Ibu Kota cukup mengkhawatirkan. Pihaknya mencatat pada 2016 ada 1.316 kasus. Dari jumlah itu 60 persen di antaranya menyasar ke perempuan dan sisanya 40 persen menimpa anak-anak.

"Tahun 2017 data berbalik, 2017 sampai November ada 964 kasus, dengan rincian jumlah anak 60 persen dan kasus perempuan turun menjadi 40 persen," kata Dien.

https://news.okezone.com/topic/19019/kekerasan-anak

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini