Image

Gunung Agung Lagi Hembuskan Abu Vulkanik Ini Penjelasan PVMBG

Nurul Hikmah, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 22:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 07 340 1826977 gunung-agung-lagi-hembuskan-abu-vulkanik-ini-penjelasan-pvmbg-Ul7lHPRLiv.jpeg Gunung Agung keluarkan debu vulkanik (Foto: Okezone)

KARANGASEM - Gunung Agung kembali hembuskan abu vulkanik pada Kamis (7/12/2017) . Kasubid Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi, Devy Kamil Syahbana mengatakan, hembusan-hembusan yang dilihat hari ini cenderung lebih tebal dan ada abunya walaupun jumlahnya belum signifikan.

"Abunya ini tidak menyebar dia hanya jatuh dikawah saja. Oleh karena itu kita harus terus mewaspadai Gunung Agung ini karena potensi untuk terjadinya erupsi masih ada,"katanya.

Dia menjelaskan, bahwa aktivitas vulkanik Gunung Agung didominasi oleh gempa low frekuensi maupun gempa hembusan asap.

"Secara visual tadi kita lihat ada hembusan asap dengan disertai abu, tapi jumlah abunya tidak signifikan ya. Dia masih didominasi oleh gas,"ungkapnya.

Dia menerangkan, bahwa gempa vulkanik dan frekuensi ini masih cukup banyak mengindikasikan adanya tekanan dari magma. "Dimana masih ada aliran magma menuju ke permukaan,"ujarnya.

Devy menyatakan, bahwa bila mengevaluasi Gunung Agung atau gunung apapun tidak bisa hanya dilihat dari satu paramater saja. Misalnya secara visual, terlihat kelihatan tenang tapi hal itu tidak bisa merefleksikan keseluruhan aktivitas suatu gunung api.

"Kita lihat sebelum erupsi pada tanggal 21 November 2017 visualnya terlihat tenang sekali. Tapi bisa berubah dalam hitungan waktu yang cepat. Oleh karena itu kita harus melihat prameter lainnya. Salah satu yang penting parameter kegempan. Kalau masih terekam kegempaan vulkanik artinya masih ada proses peretakan batuan di dalam tubuh Gunung Agung ini karena pergerakan magma,"terangnya.

Menurutnya, jadi masih ada intrusi magma dari kedalaman. Apabila intrusi magma dari bawah masih ada, artinya di dalam tubuh Gunung Agung ini kelebihan tekanan, dan tekanan itu harus dikeluarkan.

"Dulu gempa vulkanik berkali-kali terjadi tapi tidak disertai dengan gempa low frekuensi. Kalau sekarang karena jalur ke permukaannya sudah terbuka, maka kita merekam gempa low frekuensi,"ungkapnya.

Gempa low frekuensi ini adalah manifestasi dari pergerakan fluida dari kedalaman dangkal ke permukaan.

" Manifestasinya di permukaan bisa berupa aliran lava maupun hembusan-hembusan gas,"pungkasnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini