Image

Cuaca Buruk, Hasil Tangkapan Nelayan di Karawang Menurun Drastis

Mulyana, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 17:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 07 525 1826820 cuaca-buruk-hasil-tangkapan-nelayan-di-karawang-menurun-drastis-cpNiJlYyYj.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

KARAWANG - Cuaca ekstrem mulai melanda wilayah pesisir Kabupaten Karawang, Jawa Barat sejak beberapa pekan terakhir. Kondisi ini terjadi, menyusul intensitas curah hujan yang telah menunjukan peningkatan. Hal ini, sontak saja menjadi ancaman tersendiri bagi nelayan di wilayah itu.

Nelayan di daerah lumbung padi nasional ini, mengeluhkan soal menurunnya hasil tangkapan saat musim hujan ini. Penurunan hasil tangkapan sangat drastis, antara 50-80 persen dari hari normal. Kondisi tersebut, ‎seperti yang telah dialami nelayan di wilayah Cilamaya.‎

Ketua Rukun Nelayan, Kampung Pasir Putih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Sahari mengatakan, sebenarnya sampai ‎saat ini aktivitas nelayan masih terbilang normal. Meskipun, curah hujan sudah mulai meningkat. Hanya saja, mereka tidak berani mencari ikan lebih dari radius dua kilometer dari bibir pantai. Tak heran, hasil tangkapan mereka pun menurun drastis.‎

(Baca Juga: BMKG Pastikan Siklon Dahlia Tak Pengaruhi Gelombang Laut Sumbar)

"Cuacanya sudah mulai ekstrem. Tapi, sebagian besar nelayan masih melaut. Hanya saja, hasil tangkapannya menurun," ujar Sahari saat dihubungi melalui sambungan selulernya, Kamis (7/12/2017).

Sahari mengklaim, penurunan hasil tangkapan nelayan ini sudah berlangsung sejak tiga pekan terakhir.‎ Biasanya, ikan hasil tangkapan yang masuk ke tempat pelelangan ikan (TPI) Pasir Putih mencapai 800 kilogram per hari. Saat ini, hanya 200 kilogram per hari.

"Penurunannya sangat drastis," jelas dia.

‎Menurutnya, penurunan tangkapan nelayan ini, akan berlangsung selama cuaca buruk berlangsung. Bahkan, puncaknya diprediksi akhir Desember sampai Januari.‎‎

‎‎

Sahari mengaku, selama ini nelayan di Pasir Putih ini mencari ikan ke laut dengan sasaran berbagai wilayah. Seperti, perairan lokal Karawang yang berbatasan dengan Subang. Namun, ada juga yang melaut sampai Sumatera dan Kalimantan.

Khusus nelayan yang jarak melautnya jauh, pihaknya sudah mengimbau supaya mereka tetap waspada saat musim hujan ini. Bahkan, nelayan di sana disarankan untuk menintensifka koordinasi dengan instansi terkait untuk sekedar mencari tahu soal kondisi cuaca.

Terkait jumlah nelayan di Pasir Putih, Sahari menambahkan, yakni mencapai 1.400 jiwa. Sedangkan, jumlah perahu yang biasa digunakan untuk berlayar ada sekitar 250 unit, dengan berbagai kapasitas.

(Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Para Nelayan Nekat Melaut karena Utang Semakin Menumpuk)

‎Sanudin (52) nelayan setempat mengaku, sebenarnya cuaca saat ini masih belum seberapa. Karena, nelayan masih bisa melaut. Meskipun, saat pagi hari cuaca bagus, tiba-tiba menjelang siang ataupun sore angin di laut kencang sehingga menyebabkan gelombang tinggi.

"Cuacanya sih terbilang masih bersahabat. Meski demikian, kami tetap harus waspada," ujarnya.

Dia pun mengakui soal menurunnya hasil tangkapan ini. Biasanya dia mendapatkan 20 kilogram rajungan dan udang, kini paling banyak hanya 10 kilogram. Penurunan ini, dikarenakan nelayan harus kejar-kejaran dengan cuaca.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini