Image

Sekolah Kandang Kerbau Viral di Medsos, Mendagri: Kepala Daerah Harus Lebih Peka

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 15:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 07 65 1826564 sekolah-kandang-kerbau-viral-di-medsos-mendagri-kepala-daerah-harus-lebih-peka-FjiZmhqp8o.jpg Foto: Dok Okezone

JAKARTA - Bupati Serang Tatu Chasanah yang memanggil seorang siswa SD bernama Devi Marsya karena menulis surat terbuka berisi ”curhat” tentang ruang belajarnya yang memprihatinkan.

Isi surat terbuka yang ditulis oleh siswa tersebut meminta perhatian pemerintah karena ruang belajar mereka yang didirikan di lokasi bekas kandang kerbau tidak layak. Surat itu viral di media-media sosial.

Menyikapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui secara detail mengenai pemanggilan siswa SD tersebut oleh Bupati Serang.

"Saya belum membaca detailnya," kata Tjahjo di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, baru-baru ini.

Akan tetapi, Politisi PDIP ini menilai pemanggilan terhadap siswa tersebut belum tentu akan menyudutkan yang berdampak pada psikologis anak tersebut, namun bisa jadi nantinya akan bersifat objektif.

"Oh nggak (menyudutkan). Tapi memanggil kan boleh dong, panggil warga masyarakat kan boleh itu aja intinya, memanggil kan boleh," ujar dia.

Akan tetapi, Tjahjo menyatakan bahwa setiap kepala daerah haruslah bertanggung jawab seperti memberikan perhatian kepada setiap penduduk di wilayah dipimpinannya. Selain itu, Tjahjo mengatakan seharusnya Bupati tersebut juga harus mengecek langsung usai memanggil dan mendengarkan pernyataan pihak-pihak terkait perihal surat terbuka yang ditulis Devi.

"Dicek langsung diajak dialog, mendengar pihak ketiga sehingga apa yang diambil oleh kepala daerah objektif itu aja. Memangggil anak buahnya boleh, memanggil stafnya boleh, memanggil warganya boleh," ucap Tjahjo.

"Kebijakannya setelah dia mendengar masukan dari berbagai pihak tapi kan si anak didengar dulu apa toh keluhannya, oh ini harus ngecek dulu bagaimana kondisinya bagaimana pihak ketiga pendapatnya daripada realitasnya itu aja," sambung Tjahjo.

Sekedar informasi, sebelumnya pada Senin 4 Desember 2017 Bupati Tatu memanggil komite SD Sadah karena beredar surat terbuka Devi dan maraknya penggunaan istilah ”sekolah kandang kerbau” di Desa Cisait, Kecamatan Ciruas.

Dalam pertemuan itu juga, Bupati Tatu memanggil Devi dan kedua orang tuanya. Saat pertemuan, Tatu bertanya langsung kepada Devi mengenai suratnya yang viral di media sosial.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini