Image

Banyak Kolagen dari Babi, Mahasiswa IPB Teliti Kolagen Kulit Ikan Baronang

Susi Fatimah, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 08:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 07 65 1826574 banyak-kolagen-dari-babi-mahasiswa-ipb-teliti-kolagen-kulit-ikan-baronang-xo4vzkX4Hz.jpg Foto: Dok IPB

JAKARTA - Miris melihat jenis kolagen yang saat ini beredar di pasaran berasal dari kulit sapi dan kulit babi. Terlebih kolagen yang berasal dari kulit babi menjadi masalah terlebih pada aspek agama. Hal ini menjadi alasan bagi Novalia Eka Putri, mahasiswa Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk meneliti kandungan-kandungan yang terdapat pada kulit ikan baronang.

Nova menjelaskan, pemanfaatan kolagen cukup luas baik di bidang biomedis, kosmetika, maupun pangan. Aplikasi dalam biomedis sebagai agen homoestatis, regenerasi dalam penggantian jaringan tulang, oksigenator membran, kontrasepsi, implan, dan sistem penghantar obat.

“Pemanfaatan kolagen di bidang kosmetika sebagai bahan aktif yakni untuk mencegah terjadinya penuaan dini baik dalam bentuk lotion ataupun krim,” tuturnya seperti dilansir dari laman IPB, Jumat (8/12/2017).

(Baca juga: Mahasiswa IPB Manfaatkan Kelobot Jagung sebagai Plastik Ramah Lingkungan)

Namun sayangnya ketersediaan kolagen masih sedikit di Indonesia. Terbukti dari data impor kolagen berdasarkan Kemenperin bahwa Indonesia mengalami peningkatan impor pada 2013-2014 sebesar 12,43 persen. Sumber alternatif kolagen yang sangat potensial itu menjadi urgensi untuk dapat memenuhi kebutuhan permintaan kolagen di pasaran.

“Sebenarnya hasil limbah ikan seperti kulit, tulang, sisik, dan gelembung renang merupakan hasil perikanan yang sangat potensial, bahkan mencapai 45% sampai 75 persen dari total hasil tangkapan. Itulah sebabnya kenapa saya meneliti tentang kolagen pada kulit ikan baronang yang halal sehingga dapat diterima dari aspek agama,” terangnya.

Daging ikan baronang memiliki kandungan lemak yang rendah yakni 9 persen. Setelah diuji, perbandingan kandungan lemak di kulit ikan baronang dengan Labeo rohita yaitu 12 persen. Ini menunjukkan bahwa kulit ikan baronang lebih sedikit mengandung lemak.

Kebaradaan lemak pada kulit ikan akan berpengaruh terhadap karaterisktik dan keefektifan kolagen yang dihasilkan. Lemak yang terdapat di dalam kulit dapat dihilangkan menggunakan butil alkohol selama 24 jam sehingga lemak terpisah dari kulit.

Berdasarkan hasil peneitian Nova, kolagen kulit ikan baronang mengandung glisin, prolin, dan arginin yang merupakan asam amino utama yang terkandung pada kolagen kulit baronang. Nova berharap penelitiannya dapat menambah informasi mengenai karakteristik kolagen yang terdapat pada ikan baronang.

“Harapannya penelitian ini memberikan informasi tambahan tentang bahan baku alternatif penghasil kolagen yang halal dalam industri pangan serta kosmetik,” tutupnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini