Image

Anggap Latgab AS-Korsel Picu Konflik Baru dengan Korut, Kemlu China: Masyarakat Sipil Akan Menderita

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Jum'at 08 Desember 2017, 01:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 08 18 1827066 anggap-latgab-as-korsel-picu-konflik-baru-dengan-korut-kemlu-china-masyarakat-sipil-akan-menderita-zcVVyH7EeC.jpg Pesawat tempur AS. (Foto: Reuters)

SEOUL - Dua pesawat bomber B-1B Amerika Serikat (AS) bergabung dalam latihan tempur berskala besar di Korea Selatan (Korsel) pada Kamis 7 Desember. Latihan tempur tersebut tetap digelar di tengah peringatan dari Korea Utara (Korut) bahwa latihan dan ancaman AS telah membuat pecahnya perang sebuah fakta yang nyata.

Latihan tahunan AS-Korsel tersebut menampilkan 230 pesawat terbang, termasuk beberapa pesawat siluman AS yang terbaru. Pasukan tersebut datang seminggu setelah Korut menguji coba rudal balistik antarbenua yang paling kuat (ICBM), yang menurut pihak Korut dapat menjangkau seluruh wilayah AS.

BACA JUGA: Latgab dengan Korsel, AS Terjunkan 2 Pesawat Bomber

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korut menyalahkan latihan tersebut dan mengatakannya bahwa latihan gabungan (latgab) tersebut merupakan penghinaan yang konfrontatif oleh pejabat AS karena membuat perang tak terelakkan.

"Pertanyaan yang tersisa sekarang adalah: kapan perang akan berakhir?" ungkap juru bicara Kemlu Korut dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita Korut KCNA, dinukil Reuters, Jumat (8/12/2017).

China, negara tetangga dan sekutu utama Korut, kembali mendesak agar Korsel dan AS bersikap tenang dan mengatakan perang bukanlah jawabannya.

BACA JUGA: Korut Klaim Rudal Balistik Barunya Mampu Menjangkau Seluruh Daratan AS

"Kami berharap semua pihak terkait dapat tetap tenang dan menahan diri dan mengambil langkah untuk mengurangi ketegangan dan tidak saling memprovokasi," kata juru bicara Kemlu China Geng Shuang.

"Pecahnya perang bukanlah kepentingan pihak mana pun. Orang-orang yang paling menderita adalah masyarakat sipil," tambahnya.

BACA JUGA: Deteksi Sinyal Radio, Jepang Duga Korut Segera Luncurkan Rudal

Wakil Menteri Luar Negeri China Zheng Zeguang bertemu dengan kepala urusan Asia di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Matt Pottinger, untuk membahas Korut dan perdagangan, kata seorang pejabat senior AS.

Sebagaimana diberitakan, Korut menguji coba rudal balistiknya pada Rabu 29 November dini hari waktu setempat. Korut meluncurkan rudal balistiknya tersebut setelah vakum selama kurang lebih dua bulan. Militer Korsel menerangkan, rudal tersebut diluncurkan pada sudut yang cukup tinggi, sehingga mampu terbang sejauh 960 kilometer (km) dan mencapai ketinggian sekira 4.500 km.

Rudal balistik ICBM tipe baru yang diujicobakan itu diberi nama Hwasong-15. Uji coba tersebut dipimpin langsung oleh Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un. Rudal itu diklaim adalah tipe paling kuat dan sudah sesuai dengan tujuan utama pengembangan senjata nuklir.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini